Desa Penarungan Wakili Kab Badung Lomba Tingkat Provinsi

oleh -393 views
Ni Wayan Kerni SH, Perbekel Desa Penarungan

BALI, HR – Kinerja Perbekel Desa Penarungan dalam menurunkan angka kemiskinan, patut di acungi jempol. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Badung, melalui suratnya menunjuk Desa Penarungan untuk mewakili Badung dalam lomba di tingkat Provinsi Bali tahun 2018.

Penunjukan Desa Penarungan dalam lomba yang bertajuk Lomba Desa Berprestasi Menurunkan Angka Kemiskinan. Bukan Tanpa sebab, karena Desa Penarungan sudah membuktikan diri bahwa angka kemiskinan menurun di wilayahnya karena adanya bantuan yang sifatnya mendidik.

“Kami akan berusaha menghapus kemiskinan di desa, apalagi perhatian dari Pemerintah Kabupaten dengan diberikannya dana PHR yang cukup besar, ini akan terus kami maksimalkan, dan kami juga membentuk tim penanggulangan kemiskinan yang terdiri dari kelihan dinas, tokoh masyarakat, dan LPM. Tim inilah bekerja menggali gagasan, membuat dan melaksanakan program kerja pengentasan kemiskinan,” jelas Ni Wayan Kerni selaku Perbekel Desa Penarungan, yang akan mengakhiri masa jabatannya tahun 2019 nanti.

Seperti diungkapkan oleh Ni Wayan Kerni, pemberdayaan masyarakat tidak harus di dukung dengan bantuan yang sifatnya sementara, tetapi dengan memberikan pelatihan dan modal.

“Selain pelatihan dan modal usaha tambahan, kita memberikan bimbingan kepada masyarakat yang menjadi sasaran kita, dengan cara ini, masyarakat akan lebih paham dan mengerti,” jelasnya di kantor Desa Penarungan, Badung, Bali, Kamis (01/03).

Dijelaskan juga, dalam programnya untuk menurunkan angka kemiskinan, pihak desa melibatkan semua unsur yang ada di desa. Hal ini untuk mendapatkan data yang riil di lapangan. Di tahun 2016, ada 26 unit, dan di tahun 2017 pihak desa juga sudah melakukan hal yang sama, yaitu melakukan bedah rumah sebanyak 18 unit yang tersebar di berbagai Banjar.

“Kami selalu berkoordinasi dan turun langsung ke masyarakat, karena tugas kami sebagai perangkat desa untuk mengayomi dan memberikan hak-hak mereka, kami ini hanya sebagai fasilitator saja,” jelasnya.

Perempuan ramah ini berharap dengan sisa masa baktinya, bisa menjalankan tugas dengan baik dan bisa mewujudkan program-program yang sudah di rancang dalam program desa, dengan memaksimalkan sumberdaya manusia dan anggaran yang sudah di setujui oleh Pemerintah Kabupaten.

Loading...

Tentunya dengan adanya lomba seperti ini, diharapkan akan memberikan harapan bagi masyarakat, sebagai sasaran utamanya. Karena masalah kemiskinan masih menjadi permasalahan yang harus dituntaskan, apalagi dengan potensi dan sumberdaya yang ada. ans

Tinggalkan Balasan