SINTANG, HR — Danrem 121/Abw Brigjen TNI Purnomosidi, S.I.P., M.A.P., M.Han., menghadiri pembukaan Raimuna Daerah Gerakan Pramuka Kalimantan Barat Tahun 2025. Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua Kwarda Kalbar, H. Syarief Abdullah Alkadrie, di Stadion Baning Sintang, Kalimantan Barat, Selasa (25/11/2025).
Sebanyak 662 peserta dari 14 Kwarcab se-Kalimantan Barat mengikuti Raimuna Daerah 2025. Peninjau dari Sarawak, Sabah, dan Brunei Darussalam juga hadir untuk menyaksikan kegiatan ini.
Raimuna yang berlangsung pada 25–30 November 2025 ini menjadi pertemuan besar Pramuka Penegak dan Pandega. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga berfungsi sebagai pembinaan karakter, pengembangan keterampilan, perluasan wawasan, dan penguatan persaudaraan lintas daerah.
Ketua Kwarda Kalbar H. Syarief Abdullah Alkadrie menyampaikan bahwa Raida 2025 merupakan momentum penting untuk membangkitkan semangat Pramuka Kalbar. Ia menegaskan bahwa Raimuna bukan sekadar perkemahan, melainkan wadah untuk menumbuhkan kreativitas, kepemimpinan, serta persatuan.
Ia juga mengingatkan peserta agar menjadikan kekayaan budaya Kalbar sebagai bekal. Nilai keberanian dan gotong royong dari Dayak, sopan santun dari Melayu, serta kerja keras dari Tionghoa harus tercermin dalam seluruh kegiatan. Menurutnya, karakter ini akan melahirkan generasi Pramuka yang unggul dan tetap berjati diri.
Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Kwarda yang menunjuk Sintang sebagai tuan rumah. Ia menilai Raimuna sebagai ruang penting untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, dan kerja sama, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Bupati berharap seluruh peserta mampu memperkuat nilai Dasa Darma dan Tri Satya serta mempersiapkan diri menuju Raimuna Nasional.
Danrem 121/Abw Brigjen TNI Purnomosidi juga menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana pembentukan karakter generasi muda. Ia mendorong peserta untuk terus mengasah kreativitas, inovasi, dan kemampuan bekerja sama.
Raimuna Daerah Kalbar 2025 diharapkan menjadi momen bersejarah bagi kepramukaan regional serta memperkuat persaudaraan yang berkelanjutan. jauhari gunawan








