Begini Klarifikasi dan Penjelasan H Amran HB Terkait Adat dan Agama Dalam Memilih Pemimpin

Begini Klarifikasi dan Penjelasan H Amran HB Terkait Adat dan Agama Dalam Memilih Pemimpin.

MAMUJU, HR – Dihadapan beberapa awak media, menjelaskan maksud pesan adat dan agama yang dinarasikan Amran HB saat mengkapanyekan pasangan calon kepala daerah no urut 2 Habsi-Irwan.

Melakukan Konfresnsi persnya, Minggu (18/10/2020). Pesan adat dan budaya yang maksudkan Amran HB untuk keluarganya di Pure, Kecamatan Kalukku Jumat, (16/10/2020) ialah platform pesan demokrasi yang telah dinarisikan para leluhur ditanah Mandar yaitu Todilaling atau  Manynyambungi yang telah ditranslate dalam bahasa Indonesia yakni Meskipun dia anak saya dan meskipun dia cucu saya jangan diangkat menjadi pemimpin kalau dia tidak mencintai masyarakat.

Lanjut Amran, Sedangkan memilih pemimpin dalam konteks budaya, pesan leluhur juga mengatakan seorang pemimpin itu harus mengenyampingkan kepentingan pribadinya dan mengutamakan kepentingan masyarakat.

“Inilah pesan adat dan budaya yang saya maksudkan,” papar Amran HB.

Terkait konteks Berdosa itu Amran juga mengatakan tidak menekankan secara umum namun, secara khusus menyampaikan pesan untuk keluarganya di Pure yang telah dibantu oleh Kebijakan Habsi-Irwan mencabut Perbub yang dulunya merugikan petani seperti monopoli gabah.

Sedangkan masalah agama, Amran HB juga menjelaskan bahwa memilih dan menentukan pemimpin memang punya dasar dari Hadist oleh Imam Bohari Muslim 615 yaitu apabila suatu perkara diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah kehancuran.

“Kita ini makhluk beragama jadi untuk memilih pemimpin memang kita harus berpedoman pada ajaran Agama yang normatif dan bisa diukur secara akademis,” lanjut Amran.

“Narasinya itu lengkap ada yang diawal dan ada setelahnya, kalau didengarkan dalam rekaman saya kira masyarakat cerdas paham kok,” tegas Amran.

Jadi apa yang saya sampaikan kepada keluarga saya di Pure tidak ada salahnya karena ada dasar dan pedoman yang saya jadikan landasan terkait adat dan agama.

Narasi yang disampaikan amran HB, berhubungan dengan kepemimpinan Habsi-Irwan yang tidak pernah cacat hukum dalam melaksanakan tugas, baik itu saat menjadi PNS ataupun jadi Bupati dan Wakil Bupati.

Maka dalam pandangan agama pasangan Habsi-Irwan layak dipilih lagi dan secara kekeluargaan di Pure saya bilang berdosaki kalau orang baik begini tidak dipilih karena sudah menyelamatkan nasib petani dan perhatian kemasyarakat lebih diutamakan dibanding kepentingan pribadi sebab telah mencabut perbub Bupati sebelumnya yang merugikan petani terkait harga gabah dan jalur penjualannya.

“Rumah pribadi Habsi-Irwan masih tetap sama dan tidak memperkaya diri dengan membangun Rumah Sakit, Sekolah Maupun Pabrik Padi, jadi mereka itu (Habsi-Irwan) amanah,” kata Amran.

“Banyak yang tidak sepakat dengan narasi saya dan itu no Problem. Sebab saya tahu untuk menyampaikan kebaikan dan kebenaran memanglah butuh tantangan yang berat,” lanjutnya.

Amran berharap masyarakat yang cerdas bisa memaknai apa yang saya sampaikan terkait makna adat dan budaya, agama dan filosofi saat berkampanye.

Loading...

“Jujur saya melibatkan diri dalam urusan politik ini Lillahi karena Allah S.W.T hanya ingin mengedukasi masyarakat agar tidak latah dalam urusan politik dan tentunya mengajak memilih pemimpin yang baik seperti Habsi-Irwan,” Pungkas Amran HB. tia

Tinggalkan Balasan