JAKARTA, HR — Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, memimpin Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) tingkat Kota Administrasi Jakarta Selatan di Ruang Rapat Gelatik Utama, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2026).
Dalam rapat tersebut, Syafrin menekankan dua fokus utama, yakni meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran selama musim kemarau panjang dan mempersiapkan pelaksanaan simulasi gempa bumi.
Syafrin meminta pimpinan Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD), camat, dan lurah untuk terus mengingatkan masyarakat agar mengantisipasi potensi kebakaran. Ia juga mengimbau warga tidak membakar sampah karena aktivitas tersebut dapat mencemari udara dan memicu kebakaran.
“Saya minta kepada pimpinan UKPD dan para camat serta para lurah untuk mengingatkan warganya terhadap bencana kebakaran yang terjadi di musim kemarau panjang ini agar lebih waspada. Terus ingatkan kepada warga untuk tidak membakar sampah yang dapat menimbulkan polusi udara dan mungkin bisa merembet jadi kebakaran,” tuturnya.
Selain mengantisipasi kebakaran, Pemkot Jakarta Selatan juga menyiapkan simulasi menghadapi gempa bumi. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Gedung Kantor Wali Kota Jakarta Selatan pada 21 Oktober 2026.
Selanjutnya, pemerintah juga merencanakan simulasi serupa di 112 sekolah dan 10 gedung pemerintahan di wilayah Jakarta Selatan.
Syafrin meminta pengelola gedung yang menjadi lokasi simulasi mempersiapkan seluruh aspek pendukung secara matang. Persiapan tersebut mencakup jalur evakuasi, titik kumpul (assembly point), kesiapan petugas, serta perlengkapan pendukung lainnya.
“Melalui simulasi ini, gedung-gedung terpilih diminta untuk mempersiapkan secara matang berbagai aspek pendukung, meliputi jalur evakuasi, titik kumpul (assembly point), kesiapan petugas, serta elemen pendukung lainnya,” ucapnya.
Syafrin juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana. Menurutnya, persiapan yang baik dapat membantu masyarakat tetap tenang dan memahami langkah yang perlu dilakukan saat bencana terjadi.
“Dengan kesiapan yang matang, diharapkan masyarakat dapat tetap tenang dan memahami langkah-langkah yang harus dilakukan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana yang tidak diharapkan,” tandasnya.
