GOWA, HR — Pemerintah Kabupaten Gowa menjaga konsistensi program pengentasan kemiskinan ekstrem (KME) setelah berjalan satu tahun. Komitmen ini ditegaskan melalui peresmian bantuan bedah rumah hasil kolaborasi dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) yang dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis di Desa Jipang, Kecamatan Bontonompo Selatan, Selasa (28/4/2026).
Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang menegaskan bahwa keberlanjutan program menjadi prioritas utama agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami memastikan program pengentasan kemiskinan ekstrem tetap berjalan konsisten. Fokus kami menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, program bedah rumah menjadi langkah strategis karena menyentuh kebutuhan dasar warga. Hunian yang layak mampu meningkatkan rasa aman, kesehatan, dan produktivitas keluarga.
“Ketika masyarakat memiliki rumah yang layak, kualitas hidup ikut meningkat dan aktivitas sehari-hari menjadi lebih baik,” tambahnya.
Pemkab Gowa juga terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna memperluas jangkauan program. Kerja sama dengan BSI dinilai mampu mempercepat dampak di lapangan.
“Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Sinergi ini menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tegas Bupati.
Kepala Cabang BSI Gowa, Muhammad Hasrani Said, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan melalui pengelolaan dana zakat dan infak.
“Program ini menjadi bentuk kepedulian kami kepada masyarakat. Bedah rumah ini merupakan kegiatan kedua yang kami lakukan bersama Pemkab Gowa,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa BSI akan terus memperkuat kerja sama agar manfaatnya semakin luas dan dirasakan lebih banyak masyarakat.
Salah satu penerima bantuan, Daeng So’na, mengaku merasakan perubahan signifikan setelah rumahnya diperbaiki.
“Sekarang rumah kami lebih layak dan nyaman. Kami merasa lebih tenang,” ungkapnya.
Pemkab Gowa menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan ekstrem dilakukan secara terukur, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini juga dihadiri pimpinan SKPD, Camat Bontonompo Selatan, serta sejumlah perwakilan organisasi kepemudaan. kartia








