Sistem Panen 5 Hari di Kebun Ngabang Tingkatkan Produktivitas, Infrastruktur Jadi Sorotan

NGABANG, KALBAR, HR — Penerapan sistem panen lima hari dalam sepekan di Kebun Ngabang, PTPN IV Regional V, dinilai mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan karyawan. Namun, kondisi infrastruktur jalan antara fdeling masih menjadi perhatian utama.

Manajer Kebun Ngabang, Janri Setiawan Ginting, mengatakan sistem kerja tersebut tetap menjaga capaian produksi meski pola kerja berubah. Dalam enam hari kerja, produksi kebun mampu mencapai sekitar 600 ton.

“Dengan sistem ini, tenaga kerja tetap optimal dan produktivitas terjaga,” ujarnya saat kegiatan halal bihalal bersama karyawan, Rabu (1/4/2026).

Janri menjelaskan, sistem panen lima hari tidak lagi berfokus pada target harian, melainkan pada total produksi mingguan. Selain itu, kebijakan tersebut juga berdampak pada peningkatan pendapatan pekerja.

Dengan premi sekitar Rp55 ribu per hari, pemanen dapat memperoleh tambahan penghasilan hingga Rp275 ribu per pekan. Sementara itu, basis tugas tetap ditetapkan sebesar 600 kilogram per hari, sedangkan hari Sabtu dimanfaatkan untuk pekerjaan pendukung operasional.Screenshot 2026 04 02 09 16 04 37 6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7

“Pemanen semakin semangat karena pendapatan mereka ikut meningkat,” katanya.

Meski demikian, Janri menegaskan keberhasilan sistem tersebut sangat bergantung pada kondisi infrastruktur, khususnya jalan antarafdeling yang menjadi jalur distribusi hasil panen.

Ia menilai konektivitas jalan harus terjaga agar proses pengangkutan tidak terhambat. Infrastruktur yang kurang memadai berpotensi menimbulkan keterlambatan distribusi hingga kehilangan produksi.

“Kami memastikan seluruh akses jalan kebun terhubung dengan baik. Ini menjadi kunci agar sistem panen berjalan maksimal,” tegasnya.

Para pekerja di lapangan juga menyoroti pentingnya akses jalan yang memadai. Mereka menilai kelancaran mobilitas sangat berpengaruh terhadap efisiensi kerja dan pencapaian target produksi.

Dalam kesempatan tersebut, manajemen juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan dan semangat kerja. Nilai kekeluargaan diharapkan menjadi penguat untuk mencapai target perusahaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan karyawan.

Janri mengajak seluruh pekerja untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.

“Adil ka’ talino, bacuramin ka’ saruga, basengat ka’ Jubata,” ujarnya. lp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *