Pemkot Jaksel dan BBPOM Temukan Tiga Takjil Mengandung Zat Berbahaya di Kebayoran Baru

JAKARTA, HR — Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan bersama Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan di Jakarta melakukan pengawasan pangan takjil di Jalan Karya Utama, Kebayoran Baru, Rabu (4/3).

Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Ali Murthadho memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia hadir bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sayid Ali, Kasudin PPKUKM Jakarta Selatan Djaharuddin, Camat Kebayoran Baru Iwan K. Santoso, serta Lurah Gandaria Utara.

Ali Murthadho menjelaskan, pengawasan ini bertujuan untuk mengedukasi pedagang dan masyarakat tentang bahaya penggunaan zat berbahaya dalam makanan. Petugas mengambil 39 varian sampel takjil untuk diuji di lokasi.

“Hasilnya, kami menemukan tiga sampel positif mengandung zat berbahaya, yaitu formalin, boraks, dan pewarna tekstil,” ujarnya.

Ia menegaskan, zat tersebut membahayakan kesehatan dalam jangka pendek maupun panjang. Pemerintah langsung memberi teguran kepada pedagang terkait dan meminta mereka tidak lagi menggunakan atau membeli bahan baku dari produsen yang sama. BBPOM juga menindaklanjuti temuan tersebut sesuai aturan.

Ketua Tim Kerja Kelompok Substansi Informasi dan Komunikasi BBPOM di Jakarta, Evi Citraprianti, mengingatkan masyarakat agar lebih teliti saat membeli takjil. Ia meminta konsumen memperhatikan warna, rasa, dan tekstur makanan sebelum membeli.

“Masyarakat harus waspada terhadap makanan yang dikonsumsi agar kesehatan tetap terjaga selama menjalankan ibadah puasa,” katanya.

Pemkot Jakarta Selatan memastikan akan terus menggencarkan pengawasan pangan selama Ramadan untuk melindungi masyarakat dari risiko makanan berbahaya. rg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *