JAKARTA, HR — Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, M Anwar, mengapresiasi program hapus tato gratis yang digelar Pemerintah Kota Jakarta Selatan bersama Baznas (Bazis) Jakarta Selatan. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Dirgantara, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kamis (26/2).
M Anwar menegaskan bahwa program hapus tato gratis memiliki tujuan mulia karena memberi kesempatan kepada masyarakat yang ingin berhijrah dan memperbaiki diri.
“Mudah-mudahan dengan penghapusan tato ini, mereka mendapatkan hidayah untuk meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujarnya.
Koordinator Baznas Bazis Jakarta Selatan, Ahmad Kahfi, menjelaskan bahwa panitia menyiapkan kuota 100 peserta untuk program hapus tato gratis di Jakarta Selatan.
“Karena banyak peminat mengalami kendala saat mendaftar melalui situs web, kami mengarahkan mereka untuk menghubungi WhatsApp atau datang langsung ke lokasi. Jika kuota utama terpenuhi, kami tetap mengupayakan tindakan bagi peserta di luar kuota,” jelasnya.
Kahfi menambahkan, setiap peserta wajib mengikuti tahapan pemeriksaan kesehatan sebelum menjalani tindakan. Tim medis melakukan pengecekan tekanan darah dan pemeriksaan laboratorium darah untuk memastikan kondisi peserta aman.
Selain itu, tim dokter juga memeriksa sensitivitas kulit karena kondisi setiap orang berbeda. Jika dokter menemukan kondisi yang tidak memungkinkan untuk tindakan laser, tim akan memberikan arahan dan solusi lanjutan.
“Penghapusan tato tidak bisa hilang seketika dalam satu kali tindakan laser. Sensitivitas kulit sangat berpengaruh terhadap hasil,” katanya.
Salah satu peserta, Budiandry (53), mengaku bersyukur atas program hapus tato gratis tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat berlangsung secara rutin.
“Saya mengajak teman-teman yang ingin menghapus tato, apalagi ini gratis, segera ikut jika ada kegiatan seperti ini lagi,” tandasnya. rg








