Warga Kalideres Desak, Pembangunan Krematorium Dipercepat

JAKARTA, HR — Warga Kalideres, Jakarta Barat, menyuarakan harapan agar pemerintah segera merealisasikan pembangunan fasilitas krematorium di wilayah mereka. Kebutuhan tersebut dinilai semakin mendesak seiring meningkatnya permintaan layanan pemakaman yang layak, cepat, dan terjangkau.

Selama ini, masyarakat yang membutuhkan proses kremasi harus menempuh jarak cukup jauh ke luar kawasan Kalideres. Kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan secara logistik, tetapi juga menambah beban biaya bagi keluarga yang tengah berduka.

Proses yang seharusnya berjalan khidmat dan tertib justru kerap terkendala persoalan jarak dan waktu.

Warga menilai keberadaan krematorium di Kalideres akan membuat layanan menjadi lebih efisien, baik dari sisi waktu maupun tenaga. Dalam situasi duka, kecepatan dan kepastian layanan menjadi kebutuhan utama.

“Kalau ada krematorium di Kalideres tentu sangat membantu. Kami tidak perlu jauh-jauh lagi dan prosesnya bisa lebih cepat,” ujar salah seorang warga, yang tidak ingin namanya di publikasikan, Sabtu (28/02/2026).

Selain faktor efisiensi, fasilitas krematorium juga dianggap penting untuk memastikan pelayanan yang manusiawi serta menghormati kepercayaan dan tradisi masyarakat yang memerlukan proses kremasi.

Sebagian warga keturunan Tionghoa yang berdomisili di kawasan Citra 2 dan sekitar Perumahan Daan Mogot Mall menyampaikan bahwa rencana pembangunan tersebut seharusnya dilihat dari sisi kebutuhan masyarakat luas, bukan dipersempit menjadi kepentingan segelintir pihak.

“Kami berharap pemerintah mendengar aspirasi masyarakat. Warga Kalideres memang membutuhkan krematorium. Ini murni kebutuhan, bukan kepentingan tertentu. Kami juga tidak mendukung aksi demo tersebut. Pada akhirnya, semua orang akan membutuhkan fasilitas itu ketika waktunya tiba,” kata perwakilan warga di Kalideres.

Pendukung pembangunan juga menegaskan bahwa lokasi yang direncanakan di wilayah RW 17 Kalideres tidak berdampak langsung pada permukiman warga karena jaraknya dinilai cukup jauh dari kawasan hunian.

“Pemukiman warga tidak berada di sekitar lokasi itu. Soal adanya penolakan, kami tidak ingin berkomentar lebih jauh. Yang jelas, kebutuhan fasilitas ini nyata,” tegas warga.

Dengan meningkatnya kebutuhan layanan kremasi, masyarakat Kalideres berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk merealisasikan pembangunan krematorium sebagai bagian dari peningkatan pelayanan publik di bidang pemakaman. •didit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *