PWI Majalengka Apresiasi Sikap Kapolri Layani Doorstop Wartawan

MAJALENGKA, HR — Puncak resepsi Milad ke-108 Persatuan Ummat Islam (PUI) di Majalengka menghadirkan momen yang menarik perhatian. Di sela agenda resmi, Kapolri Listyo Sigit Prabowo melayani doorstop wartawan secara spontan.

Kapolri menyampaikan sambutan selama hampir satu jam, mulai pukul 11.15 WIB hingga 12.20 WIB. Ia mengajak masyarakat menjaga persatuan dan berperan sebagai cooling system agar pembangunan tetap berjalan kondusif.

Setelah turun dari panggung, Kapolri menyapa guru, murid, serta santri PUI dari berbagai daerah di Indonesia. Ia beberapa kali berhenti untuk berjabat tangan dan berfoto bersama peserta. Suasana yang semula formal berubah menjadi hangat dan akrab.

Sesuai jadwal, Kapolri seharusnya langsung meninggalkan lokasi karena agenda lanjutan cukup padat. Petugas pengamanan meningkatkan kewaspadaan, terutama karena faktor cuaca yang bisa memengaruhi jadwal berikutnya.

Saat berjalan menuju area keluar sekitar pukul 12.30 WIB, sejumlah wartawan memanggil dan meminta doorstop. Kapolri berhenti, menoleh ke arah jurnalis, lalu menghampiri mereka tanpa ragu. Ia langsung menjawab pertanyaan di ruang terbuka tanpa podium dan tanpa teks.

Dalam doorstop tersebut, Kapolri menanggapi kasus yang melibatkan oknum Brimob. Ia menegaskan telah memerintahkan Kapolda dan Kabid Propam untuk mengambil tindakan tegas, memproses kasus hingga tuntas, serta memastikan transparansi informasi kepada publik.

“Saya sudah memerintahkan Kapolda dan Kabid Propam untuk ambil tindakan tegas, proses tuntas, dan beri rasa keadilan bagi keluarga korban. Informasi teknis nanti akan disampaikan Kabid Humas,” ujarnya.

Kapolri menegaskan Polri tidak mentoleransi pelanggaran, termasuk kasus Brimob maupun penyalahgunaan narkoba oleh oknum anggota. Ia memastikan penegakan disiplin dan hukum berjalan konsisten sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.

Sikap terbuka tersebut mendapat apresiasi dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Majalengka. Ketua PWI Majalengka, Pai Supardi, menilai langkah Kapolri layak menjadi teladan bagi pejabat publik.

“Sikap Kapolri ini harus menjadi teladan. Ketika masyarakat dan media membutuhkan klarifikasi, beliau tetap menyempatkan waktu meski agenda padat,” kata Pai.

Menurut Pai, kesediaan Kapolri melayani doorstop di luar agenda resmi menunjukkan kepekaan dan keterbukaan terhadap kebutuhan informasi publik. Ia menilai respons cepat tersebut mencerminkan implementasi nyata prinsip PRESISI, yaitu Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan. lintong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *