

BANJAR/Adv, HR – Momentum Hari Jadi ke-23 Kota Banjar menjadi refleksi sekaligus tonggak penting dalam perjalanan pembangunan daerah. Pemerintah Kota Banjar menggelar Sidang Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Kota Banjar, Jumat (21/02/2026), sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja sekaligus penguatan komitmen menuju era baru bertajuk “Kota Banjar Masagi Tumbuh Istimewa.”
Sidang yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Banjar ini dihadiri jajaran Forkopimda, anggota DPRD, kepala OPD, camat, lurah, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan ormas dan OKP, serta tamu undangan dari daerah sekitar.
Turut hadir Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang memberikan dukungan dan arahan strategis bagi masa depan Kota Banjar. Hadir pula para tokoh dan perintis pembangunan Banjar, di antaranya Dr. Herman Sutrisno, Hj. Ade Uu Sukaesih, serta Dr. Darmadji Prawirasetia, sebagai simbol estafet kepemimpinan dan kesinambungan pembangunan.
Refleksi dan Capaian Nyata
Dalam sambutannya, Wali Kota Banjar Ir. H. Sudarsono menegaskan bahwa usia ke-23 bukan sekadar seremoni, melainkan momentum evaluasi dan percepatan pembangunan. Sepanjang tahun 2025, sejumlah indikator makro menunjukkan tren positif.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Banjar meningkat menjadi 75,54 poin. Angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 5,73 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 5,26 persen.
Tak hanya itu, Pemerintah Kota Banjar juga mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-16 kalinya secara berturut-turut. Penghargaan UHC Award 2026 kategori Pratama dan Terbaik I Pinunjul Award 2025 dalam pengendalian inflasi tingkat Jawa Barat turut memperkuat posisi Banjar sebagai daerah dengan tata kelola yang baik.
“Capaian ini adalah hasil kerja kolektif seluruh elemen masyarakat. Banjar harus terus tumbuh dengan karakter, berdaya saing, dan berlandaskan nilai-nilai lokal,” tegas Wali Kota.
Arahan Strategis dan Penguatan Identitas Kota
Dalam arahannya, Dedi Mulyadi menekankan pentingnya identitas dan estetika tata kota sebagai bagian dari strategi pembangunan jangka panjang.
Menurutnya, Kota Banjar perlu memperkuat branding daerah melalui penataan ruang, pembangunan gapura yang estetik, serta penguatan ciri khas lokal. Hal tersebut dinilai dapat meningkatkan daya tarik investasi dan pariwisata, sekaligus membangun kebanggaan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat, lanjutnya, siap memberikan dukungan sinergis demi mempercepat pembangunan di Kota Banjar sebagai pintu gerbang selatan Jawa Barat.
Inovasi Menuju Masa Depan
Sejalan dengan visi “Masagi Tumbuh Istimewa”,
Pemerintah Kota Banjar mencatat 92 inovasi daerah sepanjang 2025. Inovasi tersebut mencakup sektor pelayanan publik, ekonomi kreatif, tata kelola pemerintahan, hingga pemberdayaan desa.
Salah satu capaian membanggakan diraih Desa Kujangsari yang dinobatkan sebagai salah satu desa terbaik dalam Lomba Desa Gapura Sri Baduga tingkat Jawa Barat, dengan raihan stimulus Rp1 miliar.
Wali Kota menegaskan, penghargaan bukanlah tujuan akhir, melainkan fondasi untuk terus berbenah dan berinovasi. Pembangunan Banjar akan terus diselaraskan dengan prioritas nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Di usia ke-23 tahun, Kota Banjar menatap masa depan dengan optimisme baru. Dengan kolaborasi pemerintah, legislatif, dan seluruh elemen masyarakat, semangat “Banjar Masagi Tumbuh Istimewa” diharapkan menjadi energi kolektif dalam mewujudkan kota yang mandiri, aman, sejahtera, agamis, dan inovatif. Adv/acep surya








