PANGKALPINANG, HR – Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) meminta Pemerintah Daerah mengantisipasi ketersediaan bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Ketua Komisi II DPRD Babel, Dody Kusdian, menegaskan bahwa Bangka Belitung baru mampu memenuhi 30 persen kebutuhan pokok sehingga stok harus benar-benar diperhatikan.
“Kami minta OPD terkait bergerak cepat mengantisipasi masalah ini karena terjadi setiap tahun,” kata Dody, Senin (8/12/2025).
Meski demikian, Dody memastikan ketersediaan bahan pokok di Babel saat ini masih aman.
“Artinya mereka sudah menyiapkan stok kita,” ujarnya.
Ia juga mendorong pengawasan ketat agar tidak terjadi penimbunan.
“Kami minta penimbunan ditindak tegas, pidana atau sanksi lainnya, karena sangat merugikan masyarakat. Seperti kasus BBM kemarin, stok aman tapi ada yang menimbun. Kami harap APH bergerak cepat,” tegasnya.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Babel juga memperkuat antisipasi pasokan bahan pokok menghadapi cuaca ekstrem akhir tahun.
Kepala Bidang Pengendalian Perdagangan dan Perlindungan Konsumen Disperindag Babel, Edi Kurniadi, mengatakan pihaknya telah menambah stok sebelum ombak tinggi mengingat Babel merupakan daerah kepulauan.
“Kalau terjadi kondisi darurat, kami akan memasok lewat jalur darat, terutama beras yang biasanya masuk melalui Pelabuhan Mentok,” jelasnya.
Edi berharap tidak terjadi kelangkaan, namun hal itu tetap bergantung pada situasi nasional.
“Saat pasokan nasional aman, daerah biasanya ikut aman,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa Disperindag rutin melakukan pengawasan untuk mencegah penimbunan.
“Kalau ada pedagang yang mencoba menimbun, kami akan melakukan pembinaan dan turun bersama Satgas Pangan serta OPD terkait,” ujarnya. agus priadi








