JAKARTA, HR — MAN 1 Jakarta Barat melaksanakan Program Pengabdian Masyarakat (P2M) sebagai upaya mendidik siswa agar memberi manfaat bagi sesama, sekecil apa pun kontribusinya. Program yang mulai dirintis setahun lalu ini juga menjadi salah satu syarat pengambilan rapor siswa.
Salah satu bentuk kegiatan P2M tahun 2025 adalah aksi bersih-bersih rumah ibadah. Pelaksanaan kegiatan dilakukan serentak pada Jumat (21/11/2025) melibatkan ratusan siswa, guru, tenaga kependidikan, serta orang tua.
Kepala MAN 1 Jakarta Barat, Dr. Hj. Nurlaelah, M.Pd., menyampaikan bahwa total 129 rumah ibadah dibersihkan dalam program ini. Rinciannya terdiri atas 72 Masjid/Mushalla, 23 Mushola, 19 Gereja, 7 Vihara, 6 Kelenteng, dan 2 pura.

Ia menegaskan bahwa P2M menjadi wujud nyata penerapan nilai toleransi dan moderasi beragama. “Keberagaman adalah anugerah Tuhan yang harus kita jaga. P2M menjadi praktik bagaimana esensi ajaran agama diwujudkan melalui aksi yang menjunjung martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum,” ujarnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Barat, H. Saiful Amri, S.Ag., M.Sos., mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menyebut P2M sebagai contoh nyata kerukunan umat beragama. “Perbedaan harus menjadi mozaik yang indah. Program ini saya harapkan menjadi teladan toleransi, bukan hanya di Jakarta Barat, tetapi juga di Indonesia,” ungkapnya.

Ketua Harian Yayasan Vihara Avalokita, Sutedjo Budiman, turut memberikan apresiasi. Ia menilai kegiatan ini menunjukkan kepedulian lintas agama. “Kami merasa terbantu. Siswa madrasah datang tidak hanya ke tempat ibadah Islam, tetapi juga ke vihara dan rumah ibadah lainnya. Ini bentuk kebersamaan yang patut dijaga,” katanya.
Kegiatan turut dihadiri Kepala Kantor Kemenag Jakarta Barat, kasubag, kepala madrasah, para guru, serta perwakilan lintas agama. jm








