30% Proyek DAK APBN TA 2016 Belum Dibayar

Akan Dilunasi oleh APBD 2018, Kok Bisa?

BENGKULU, HR – Proyek Dana Alokasi Kusus (DAK) rehab sebanyak delapan Sekolah Dasar (SD) dalam Kota Bengkulu Tahun Anggara 2016 yang lalu sampai saat ini masih belum dibayar sekitar 30 % lagi

Menurut informasi, ada proyek DAK dalam Kota Bengkulu tahun anggaran 2016 yang lalu bermasalah tidak dibayar pihak Dikbud Kota Bengkulu sekitar 30 % ke pihak sekolah.

Bacaan Lainnya

Beberapa kepala sekolah SD ditemui HR membenarkan sampai saat ini sudah hampir dua tahun belum dibanyar. “Mengakibatkan kami malu terus ditagih pihak toko pemilik material tempat kami ngutang untuk melaksanakan rehab sekolah tersebut,” ungkap sumber tidak mau disebut identitasnya takut diintimidasi alias dimutasi.

Benni selaku PPTK dana DAK ketika itu mengatakan dan mengakui sekitar 30 % lagi memang belum dibanyar

“Kami selaku pelaksana sudah berusaha semaksimal mungkin, namun pihak BPKAD Kota Bengkulu mengatakan ‘sama kami tidak ada uang alias sudah habis, masalah itu urusan mereka, terserah mereka dan tanggung jawab mereka,”katanya.

Sedangkan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudanyaan (Dikbud) Kota Bengkulu Firman Jonaidi S.Pd mengaku sudah diusulkan lagi.

“Saya diangkat menjadi sekretaris di Dikbud bulan januari 2017, sementara persoalanya tahun 2016. Jadi persoalan itu saya tidak mengetahui, namun demikian tetap kita usahakan penyelesaianya pembayaran. Kita usulkan ke DPRD pembayarannya dari dana APBD-P tahun 2017 yang lalu, namun tidak masuk akibat keterlambatan pengesahan. Dan kita usulkan lagi dari APBD tahun 2018 ini, sudah disetujui. Mudah-mudahan dalam triwulan pertama nanti sudah bisa dibayarkan,” jelasnya.

Loading…

Yang menjadi pertanyaan, dikemanakan sisa dana DAK yang 30 % itu, sementara DAK didanai dari APBN sudah jelas tupoksinya tertentu tujuan. Yang anehnya kekuranganya (utang) pembayarannya disetujui oleh DPRD melalui APBD. jlg

Tinggalkan Balasan