PAGAR ALAM, HR — Wali Kota Pagar Alam, Ludi Oliansyah, menerima audiensi jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum (Kemenkum) Sumatera Selatan di Ruang Rapat Besemah Tige (III) Kantor Wali Kota Pagar Alam, Selasa (10/3/2026).
Pertemuan tersebut membahas langkah strategis perlindungan hukum komoditas unggulan daerah, yakni Kopi Arabika Raden Kuning Pagar Alam, melalui sertifikasi Indikasi Geografis (IG).
Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kemenkum Sumatera Selatan, Alkana Yudha, menjelaskan bahwa proses penerbitan Indikasi Geografis memerlukan pengawasan serta pendampingan yang maksimal.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjamin keaslian produk sekaligus meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal.
“Proses ini bertujuan menjamin keaslian produk, meningkatkan nilai ekonomi, serta memberikan perlindungan hukum terhadap suatu produk unggulan daerah,” jelas Alkana Yudha.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Ludi Oliansyah menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kanwil Kemenkum Sumsel yang telah berkunjung ke Pemerintah Kota Pagar Alam.
Ia menegaskan bahwa Pagar Alam memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, salah satunya komoditas kopi Arabika Raden Kuning yang telah dikenal luas.
“Pagar Alam memiliki hasil alam yang berlimpah, salah satunya kopi Arabika Raden Kuning. Walaupun di daerah lain juga ada kopi jenis yellow, namun rasa dan kandungan kopi Raden Kuning tentu berbeda dengan kopi daerah lain,” ujar Ludi.
Menurutnya, kopi Raden Kuning merupakan identitas sekaligus warisan khas Kota Pagar Alam yang harus dijaga keasliannya.
“Kopi Raden Kuning adalah identitas dan warisan Pagar Alam. Dengan adanya pengawasan dalam penerbitan Indikasi Geografis ini, kita tidak hanya melindungi merek, tetapi juga melindungi kesejahteraan para petani agar produk mereka tidak disalahgunakan,” tambahnya.
Melalui pertemuan tersebut, Pemerintah Kota Pagar Alam berharap sinergi dan kolaborasi dengan Kanwil Kemenkum Sumatera Selatan dapat mempercepat proses sertifikasi Indikasi Geografis Kopi Raden Kuning.
Pemerintah juga menilai sertifikasi tersebut berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di sektor perkebunan serta meningkatkan kesejahteraan petani kopi di Kota Pagar Alam. jauhari gunawan






