PAGAR ALAM, HR — Wali Kota Pagar Alam Ludi Oliansyah menghadiri Rapat Koordinasi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Pagar Alam Tahun 2027 di Balai Pertemuan Rumah Dinas Wali Kota Pagar Alam, Selasa (10/3/2026).
Rapat koordinasi tersebut dihadiri Wakil Ketua II DPRD Kota Pagar Alam, anggota DPRD Daerah Pemilihan (Dapil) III, serta seluruh RT dan RW dari wilayah Dempo Utara, Dempo Selatan, dan Dempo Tengah.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kinerja jajaran pemerintah daerah dalam mewujudkan 14 program unggulan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pagar Alam.
Pertemuan tersebut juga diisi dengan diskusi antara Pemerintah Kota Pagar Alam, anggota DPRD, serta para RT dan RW. Melalui forum ini, masyarakat dapat menyampaikan berbagai masukan, aspirasi, serta keluhan yang berkaitan dengan pembangunan di tingkat kecamatan, kelurahan, hingga lingkungan RT dan RW, khususnya di wilayah Dapil III.
Dalam arahannya, Wali Kota Ludi Oliansyah mengajak para RT dan RW untuk terus bersinergi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Menurutnya, RT dan RW merupakan ujung tombak pemerintah yang berhadapan langsung dengan masyarakat dalam berbagai persoalan di lingkungan.
“RT dan RW adalah ujung tombak pelayanan masyarakat. Karena itu saya mengajak seluruh RT dan RW untuk terus bersinergi bersama pemerintah daerah dalam melayani masyarakat,” ujar Ludi.
Ia juga menjelaskan bahwa Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang telah dilaksanakan mulai dari tingkat kelurahan hingga kecamatan merupakan wujud nyata partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Perencanaan pembangunan harus benar-benar matang. Pelaksanaannya juga harus memperhatikan dampaknya, sehingga tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari,” jelasnya.
Selain itu, Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah.
Ia mendorong agar sampah dapat diolah menjadi bahan organik yang bermanfaat bagi sektor pertanian.
“Sebagaimana kita ketahui, Kota Pagar Alam mayoritas bergerak di sektor pertanian dan memiliki kawasan agro. Karena itu pengelolaan sampah harus kita lakukan dengan baik agar bisa dimanfaatkan kembali,” pungkasnya. jauhari gunawan






