PANGKALPINANG, HR — Wakil Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Bangun Jaya, mengingatkan Pemerintah Kota Pangkalpinang agar segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi keterbatasan lahan pemakaman yang kini memasuki tahap krisis.
Bangun Jaya menjelaskan kondisi geografis Pangkalpinang yang terbatas membuat ketersediaan lahan pemakaman semakin menyempit, sementara kebutuhan pemakaman warga terus berlangsung setiap hari.
“Lahan pemakaman kita sudah sangat terbatas, sedangkan kebutuhan terus ada. Ini persoalan mendesak dan tidak bisa ditunda,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).
Ia mengungkapkan pemerintah kota sebelumnya merencanakan penyediaan lahan pemakaman baru di kawasan belakang Lapas Tua Tunu, tepatnya di wilayah Air Kepala Tujuh. Namun hingga kini, rencana tersebut belum terealisasi karena masih menghadapi kendala teknis dan administratif.
Menurutnya, masyarakat sangat membutuhkan kepastian penyediaan lahan pemakaman baru. Ia menilai keterlambatan penanganan berpotensi memicu persoalan sosial jika pemerintah tidak segera bertindak.
Karena itu, Bangun Jaya mendorong Wali Kota Pangkalpinang agar lebih proaktif menyelesaikan seluruh hambatan yang ada.
Ia juga menegaskan pentingnya memasukkan kebutuhan lahan pemakaman dalam perencanaan pembangunan kota jangka panjang, tidak hanya berfokus pada sektor infrastruktur dan ekonomi.
“Perencanaan kota bukan hanya soal tempat tinggal bagi yang hidup, tetapi juga harus menyiapkan tempat peristirahatan terakhir. Ini bagian penting dari tata kota,” tegasnya.
DPRD Kota Pangkalpinang berharap pemerintah segera menuntaskan kendala penyediaan lahan pemakaman baru agar tersedia solusi permanen dan layak bagi kebutuhan masyarakat ke depan. agus priadi






