JAKARTA, HR — Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, M Anwar, menghadiri Forum Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Selasa (3/2). Forum ini menjadi bagian penting dalam proses penjaringan aspirasi masyarakat pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
M Anwar menilai forum kelurahan tersebut berlangsung demokratis dan menarik. Seluruh lapisan masyarakat menyampaikan aspirasi melalui para Ketua RW, terutama terkait persoalan genangan dan banjir yang kerap terjadi di wilayah Pejaten Timur.
Menurutnya, meskipun sebagian besar usulan masih didominasi kebutuhan fisik, masyarakat dan pemangku kepentingan tetap harus mengawal usulan non fisik agar dapat terealisasi dengan baik.
“Walaupun usulan fisik mendominasi, usulan non fisik seperti pengadaan alat musik hadroh untuk majelis taklim, fasilitas olahraga, dan kebutuhan sosial lainnya tetap harus dikawal pelaksanaannya,” ujar M Anwar.
M Anwar juga mengingatkan warga dan tim pendamping usulan agar cermat dalam proses penginputan data. Ia menekankan pentingnya kesesuaian volume dan lokasi agar usulan dapat dieksekusi sesuai perencanaan.
“Pastikan penginputan data sesuai volume dan lokasi. Jangan sampai terjadi kesalahan input, karena jika keliru, usulan tidak bisa dieksekusi meskipun anggarannya sudah tersedia,” tegasnya.
Legislator Komisi E DPRD Provinsi DKI Jakarta, Farah Savira, menambahkan bahwa Kelurahan Pejaten Timur merupakan salah satu wilayah rawan banjir karena letaknya yang berdekatan dengan Kali Ciliwung. Kondisi tersebut membuat banyak aspirasi warga berfokus pada penanganan banjir dan genangan di kawasan permukiman.
“Untuk merumuskan dan mengawal usulan ini, saya akan berkoordinasi dengan unsur terkait,” kata Farah.
Sementara itu, Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi D, Yusuf, berharap seluruh usulan warga dapat direalisasikan oleh Pemerintah Kota Jakarta Selatan. Ia juga mengapresiasi langkah Wali Kota yang turun langsung ke seluruh kelurahan.
“Saya mengapresiasi Bapak Wali Kota yang telah turun langsung ke 65 kelurahan di Jakarta Selatan. Terima kasih atas perhatian dan komitmennya,” ucap Yusuf.
Lurah Pejaten Timur, Supriyanto, menjelaskan bahwa dari 55 usulan yang masuk, salah satu prioritas utama berkaitan dengan saluran air di wilayah RT 012/01 yang sering meluap hingga ke badan jalan.
Ia menyebut kondisi saluran air tersebut sudah tidak berfungsi optimal sehingga tidak mampu menampung debit air saat hujan. “Kami mengusulkan pemasangan saluran air menggunakan u-ditch agar aliran air lancar dan genangan dapat dicegah,” pungkasnya. rg








