UPRS V Bangun Komunikasi Rutin dengan Warga Rusun Rawa Buaya dan Pesakih

IMG 20260129 093350
Rusun Pesakih Jakarta Barat, Rabu (28/01/2026).

JAKARTA, HR – Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman DKI Jakarta, melalui Kepala Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) V Pesakih, Muhammad Ali, mengadakan pertemuan dalam 1 kali dalam tiap bulan, untuk melakukan komunikasi intensif dengan para pemangku kepentingan guna menciptakan lingkungan Rumah Susun yang lebih baik dan kondusif bagi seluruh penghuni. Rabu (28/01/2026) di ruang aula kantor Pesakih.

Kepala UPRS V Pesakih Daan Mogot menjelaskan, bahwa pada siang hari sebelumnya, dirinya telah mengundang seluruh Ketua RT dan RW serta tokoh masyarakat, termasuk para ulama dan pendeta, di wilayah Rusun Rawa Buaya. Sementara pada sore harinya, pertemuan serupa juga dilaksanakan dengan RT, RW, dan tokoh masyarakat di wilayah Pesakih.

Bacaan Lainnya

“Semua warga memahami bahwa berbagai kebijakan yang selama ini dijalankan oleh UPRS V Pesakih Daan Mogot tidak ada yang memberatkan penghuni Rusun Pesakih,” jelas Ali

Wilayah Kondusif

Pentingnya pertemuan bagi warga penghuni Rusun, untuk menjalin kerja sama antara Penghuni dan menyerap aspirasi penghuni sehingga kondusifitas wilayah bisa terjaga.

“Kerja sama itu penting, tanpa kerja sama tidak ada wilayah yang kondusif, makanya kami lakukan ini sehingga keluh kesah warga perlu kita mengetahui,” ungkap Ali.

Setiap wilayah berbeda orang tentu berbeda pola pikir masing masing, tapi bagaimana untuk menyatukan pemikiran demi terlaksana kebijakan yang di jalankan pengelola sehingga sehingga wilayah Rusun bisa kondusif.

“Berbeda orang berbeda pola pikir, ini yang kita serap aspirasi mereka sehingga wilayah Rusun UPRS V bisa kondusif,”ujar Ali.

Hak dan Tanggung Jawab 

Pemerintah DKI Jakarta membangun Rusunawa sebagai hunian yang vertikal bagi berpenghasilan rendah, khususnya untuk mengatasi keterbatasan lahan dan mengurangi kawasan kumuh, dan memberikan hunian tersebut layak, aman, nyaman dan terjangkau bagi masyarakat.

Dalam hal ini Pemerintah DKI Jakarta memberikan akses tempat tinggal yang manusiawi dan aman bagi masyarakat kurang mampu, terutama yang belum memiliki Rumah sendiri. Tapi perlu bagi penghuni tetap mempunyai kewajiban dan tanggung jawab.

Menurut Ali, dengan adanya pertemuan setiap 1 kali dalam sebulan disinilah pengelola Rusun mengingatkan warga biar kewajiban dan tanggung jawab itu jangan sampai dilupakan dan menjaga wilayah tidak menjadi kumuh.

“Kita selalu mengingatkan penghuni Rusun untuk tetap mendorong hak dan kewajiban mereka untuk dipenuhi dan menjaga waliyah tidak menjadi kumuh, makanya kerja sama itu sangat penting,” tutup Ali. •didit

[rss_custom_reader]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *