Tradisi Nyamah Keluarga Keturunan Nek Dau Terus Dijaga di Dusun Tolong

LANDAK, HR — Tradisi kebersamaan keluarga berupa Nyamah atau menangkap ikan masih terus dilestarikan oleh keluarga besar keturunan Nek Dau, yang juga dikenal sebagai Pak Gandi, di Dusun Tolong, Desa Sebatih, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

Tradisi ini kembali dilaksanakan pada Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, bertepatan dengan musim kemarau saat air danau mulai surut dan masa panen ikan tiba. Sebuah danau kecil yang berada di antara batas lahan milik almarhum Wek Yoyo dan Wek Eyek dimanfaatkan bersama oleh seluruh keluarga.

Istilah “wek” merupakan sebutan dalam bahasa Dayak Ahe (Dayak Kanayatn) yang artinya Ibu/mama. Sawah dan danau yang menjadi lokasi Nyamah tersebut kini telah diwariskan kepada generasi berikutnya, yakni Pak Al dan Wek Mora.

Nyamah tidak sekadar menjadi kegiatan menangkap ikan, tetapi juga merupakan tradisi turun-temurun yang bertujuan mempererat hubungan kekeluargaan. Seluruh proses dilakukan berdasarkan musyawarah dan kesepakatan bersama.

IMG 20260123 WA0026
Keluara Wek Mora

Biasanya, satu hingga dua hari sebelum pelaksanaan, keluarga besar mengadakan pertemuan untuk menentukan waktu Nyamah serta memastikan keluarga yang akan ikut, dengan perwakilan dari masing-masing garis keturunan. Setelah seluruh peserta berkumpul di lokasi danau, kegiatan baru dimulai secara serentak.

Menariknya, yang turun langsung ke danau umumnya adalah kaum ibu-ibu, sementara anggota keluarga lainnya membantu dari pinggir danau. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana gotong royong tanpa membedakan satu sama lain.

Nilai kekompakan dan kebersamaan ini tidak hanya terlihat saat Nyamah, tetapi juga dalam berbagai kegiatan lain, seperti panen durian, pelaksanaan adat, hingga dalam kehidupan sehari-hari keluarga besar Wek Mora.

Tradisi Nyamah menjadi bukti bahwa nilai kebersamaan, musyawarah, dan saling menghormati masih hidup dan terus dijaga oleh masyarakat adat Dusun Tolong sebagai warisan budaya leluhur yang patut dijaga dan dipertahankan. lp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *