DENPASAR, HR — Ketua Tim Penggerak TP PKK Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, mengunjungi Konsulat Jenderal Australia di Bali untuk membahas penguatan kerja sama dalam bidang seni, budaya, lingkungan, serta pemberdayaan perempuan dan anak perempuan di Bali.
Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor konsulat di Denpasar pada Selasa (3/3), Putri Koster berdiskusi dengan Jo Stevens mengenai pentingnya kesetaraan gender serta peluang kolaborasi untuk mendukung industri yang dipimpin perempuan, termasuk pengrajin kain endek di Bali.
“Bali tidak akan berkembang tanpa perempuan. Dalam sektor ekonomi, perempuan sangat dominan, termasuk pada tenun tradisional. Kami terus mendorong kehadiran perempuan di ranah publik,” ujar Putri Koster.
Ia menjelaskan, Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Bali (Dekranasda) telah menyediakan platform digital yang dapat dimanfaatkan para penenun untuk memasarkan produknya secara lebih luas.
Jo Stevens mengatakan Australia terus mendukung berbagai program pemberdayaan perempuan di Indonesia, termasuk di Bali.
Ia menyebut Australia-Indonesia Institute telah memfasilitasi kolaborasi antara Griffith University dan Politeknik Pariwisata Bali melalui program pelatihan literasi digital bagi 100 penenun perempuan di Kabupaten Gianyar dan Klungkung.
“Australia percaya bahwa kesetaraan gender bermanfaat bagi semua orang. Karena itu kami memiliki Strategi Kesetaraan Gender Internasional dengan sejumlah prioritas, termasuk mengakhiri kekerasan berbasis gender serta mempromosikan kesetaraan ekonomi perempuan,” ujar Stevens.
Ia juga menambahkan bahwa Australia dan Indonesia menjalankan kerja sama melalui program Program INKLUSI yang bertujuan mendorong kesetaraan gender, inklusi sosial, serta pemenuhan hak penyandang disabilitas di berbagai wilayah Indonesia.
Di Bali, Konsulat Jenderal Australia juga menjalankan berbagai program bantuan langsung untuk mendukung kegiatan berskala kecil di bidang kesehatan, pendidikan, pelestarian lingkungan, dan sektor lainnya.
Putri Suastini Koster mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin antara Australia dengan Bali dan Indonesia. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus berkembang, khususnya dalam pemberdayaan perempuan serta pelestarian seni dan budaya Bali.
Kunjungan tersebut ditutup dengan tur di area kantor Konsulat Jenderal Australia yang memadukan unsur arsitektur Bali dan Australia. dyra






