Tanam Padi Perdana, Bupati Landak Turun Langsung ke Sawah Temiang Sawi

LANDAK, HR — Hamparan sawah di Desa Temiang Sawi, Kecamatan Ngabang, menjadi saksi dimulainya musim tanam padi yang penuh harapan, Rabu (8/4/2026). Di tengah genangan air dan lumpur, Bupati Landak Karolin Margaret Natasa turun langsung ke sawah bersama para petani.

Tanpa sekadar seremonial, Karolin ikut menanam padi bersama warga. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan nyata terhadap petani sebagai tulang punggung ketahanan pangan daerah.

Kegiatan tanam padi perdana ini berlangsung di lahan milik Nikolaus Supin, Ketua Kelompok Tani Semata Tani Andalan. Lahan tersebut merupakan bagian dari program Cetak Sawah Rakyat (CSR) tahun 2025 yang kini mulai dimanfaatkan secara optimal.

Nikolaus mengaku bangga atas kehadiran langsung bupati di tengah para petani. Menurutnya, hal itu menjadi motivasi besar bagi masyarakat untuk terus mengembangkan sektor pertanian.

“Kami merasa diperhatikan. Kehadiran Ibu Bupati memberi semangat bagi kami untuk terus bertani,” ujarnya.

IMG 20260410 072604
Bupati Landak Karolin Natasa menyerahkan bantuN bibit padi

Ia menjelaskan, sebelumnya lahan tersebut belum tergarap maksimal. Namun melalui program cetak sawah, kini masyarakat memiliki peluang meningkatkan produksi dan kesejahteraan.

Di sela kegiatan, Karolin juga berdialog dengan petani, menyerap aspirasi serta mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi di lapangan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak berhenti pada pembukaan lahan, tetapi harus berlanjut hingga peningkatan produksi.

“Kalau lahannya sudah ada, harus dimanfaatkan dengan baik. Pemerintah akan terus mendukung melalui pendampingan dan program lanjutan,” katanya.

Bagi warga Desa Temiang Sawi, momentum ini menjadi simbol kebangkitan sektor pertanian. Kebersamaan antara pemerintah dan petani di tengah sawah mencerminkan pembangunan yang hadir langsung di tengah masyarakat.

Harapan pun mulai tumbuh, seiring bibit padi yang ditanam—diharapkan kelak menjadi sumber kehidupan sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Landak. lp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *