BANJAR, HR — Anggota DPRD Kota Banjar, Irma Darmawatie Bastaman, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat menggelar reses Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 di Lingkungan Banjar Kolot, RW 15, Kecamatan Banjar, Selasa (31/3/2026).
Kegiatan ini dihadiri lebih dari 50 warga, pengurus PAC, dan ranting setempat. Warga memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan kebutuhan mendesak, mulai dari perbaikan infrastruktur hingga dukungan bagi pelaku usaha mikro.
Sejumlah persoalan infrastruktur menjadi perhatian utama. Warga melaporkan kabel listrik yang perlu segera diperbaiki di wilayah RT 01/02 arah Situ Leutik demi menjaga keamanan. Selain itu, warga mengusulkan penebangan pohon kelapa yang berpotensi membahayakan di RT 02/15.
Di sektor sanitasi, warga menyampaikan kebutuhan pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK). Usulan ini mencerminkan pentingnya peningkatan layanan dasar di lingkungan tersebut.
Pada bidang sosial dan kesehatan, warga meminta pendataan ulang lansia di atas 60 tahun serta bantuan sosial bagi masyarakat kurang mampu. Salah satu kasus yang mencuat ialah seorang lansia di Cijambu Cibeureum yang rumahnya belum teraliri listrik.
Warga juga mendorong penguatan Posyandu dan Poswindu lansia di RT 03/15, termasuk dukungan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) serta fasilitas bagi kader kesehatan. Selain itu, masyarakat mengusulkan program makan bergizi gratis bagi balita dan ibu hamil.
Di sektor ekonomi, pelaku usaha mikro mengajukan bantuan modal untuk mengembangkan usaha mereka. Beberapa di antaranya usaha warung sayuran, penjual cendol, hingga produksi sale pisang.
Aspirasi lain datang dari kalangan pemuda yang mengembangkan budidaya pisang Cavendish organik. Program ini dinilai memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan bagi masyarakat setempat.
Menanggapi hal tersebut, Irma menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh aspirasi warga. Ia juga mengapresiasi inisiatif pemuda dalam pengembangan pertanian.
“Ini terobosan luar biasa. Saya siap mendukung bibit dan pupuk, bahkan membantu memastikan pasar hasil panen,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh usulan akan dirangkum dan diperjuangkan ke dinas terkait dengan mempertimbangkan skala prioritas.
“Pembangunan harus menjawab kebutuhan paling mendesak dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya. acep surya








