Pertanian Modern Lampung Selatan Jadi Rujukan, DPRD Pringsewu Pelajari Smart Farming

IMG 20260210 WA0036
DPRD Pringsewu melakukan kunjungan kerja untuk mempelajari smart farming dan agroeduwisata.

LAMPUNG SELATAN, HR — Pengembangan pertanian modern dan smart farming di Kabupaten Lampung Selatan menarik perhatian daerah lain. Terbaru, anggota DPRD Kabupaten Pringsewu melakukan kunjungan kerja ke Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPH-Bun) Lampung Selatan, Selasa (10/2/2026), untuk mempelajari langsung konsep dan implementasi pertanian berbasis inovasi.

Rombongan DPRD Pringsewu diterima langsung Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas TPH-Bun Lampung Selatan, Mugiono, di kantor dinas setempat. Dalam pertemuan tersebut, para legislator menggali informasi mengenai kebijakan, strategi, serta pelaksanaan pertanian modern yang menjadi fokus pembangunan sektor pertanian di Lampung Selatan.

Bacaan Lainnya

Mugiono menjelaskan bahwa arah pengembangan pertanian Lampung Selatan mengusung konsep agroeduwisata, yakni integrasi sektor pertanian, pendidikan, dan pariwisata dalam satu ekosistem pembangunan terpadu. Program ini diinisiasi langsung oleh Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama sebagai model pembangunan pertanian yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga edukasi dan peningkatan nilai ekonomi daerah.

Menurut Mugiono, konsep agroeduwisata lahir dari kebutuhan menghadirkan pembangunan pertanian yang memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat. Potensi sumber daya alam dan kekayaan budaya Lampung Selatan menjadi kekuatan utama dalam pengembangan kawasan pertanian yang produktif sekaligus edukatif.

Salah satu program unggulan yang dipaparkan adalah pengembangan Kawasan Pertanian Anak Nusantara di Desa Trimomukti, Kecamatan Candipuro. Kawasan ini dirancang sebagai percontohan pertanian modern berkelanjutan sekaligus kawasan agroeduwisata. Pemerintah daerah menggandeng berbagai pihak untuk mengembangkan kawasan tersebut agar mampu melakukan tiga hingga empat kali masa tanam dalam satu tahun.

Pada 2025, Lampung Selatan berhasil mencapai tiga kali masa tanam di lahan sekitar 400 hektare. Sementara pada 2026, pemerintah daerah menargetkan perluasan hingga 1.000 hektare. Mugiono menilai semangat dan partisipasi petani Desa Trimomukti menjadi faktor utama keberhasilan program tersebut.

Untuk mendukung pertanian modern, pemerintah daerah juga memperkuat infrastruktur dan sarana prasarana pertanian. Upaya tersebut meliputi penambahan daya dan penataan jaringan listrik, pengadaan drone sprayer pestisida, bantuan tiga unit combine harvester, pembangunan jalan usaha tani, peningkatan akses jalan, serta pembangunan gorong-gorong dan talud.

Pengembangan smart farming tidak hanya terfokus di Desa Trimomukti, tetapi juga akan diperluas ke sejumlah kecamatan lain sebagai model pertanian masa depan di Kabupaten Lampung Selatan.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pringsewu, Mastuah, menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Ia menilai konsep pertanian modern berbasis kolaborasi tersebut sebagai langkah progresif yang patut menjadi rujukan daerah lain.

Mastuah juga menyatakan pihaknya berencana kembali berkunjung bersama jajaran perangkat daerah terkait untuk memperdalam kajian. Ia berharap program pertanian modern Lampung Selatan dapat diadaptasi dan dikembangkan di Kabupaten Pringsewu. santi

[rss_custom_reader]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *