Perselisihan Benih Padi, Kakak Tega Bacok Adiknya

MAJALENGKA, HR – Perselisihan keluarga terkait benih padi berujung tragis di Desa Kawunggirang, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, pada Senin (11/11/2025) sekitar pukul 06.40 WIB. Seorang pria lanjut usia berinisial S (70) nekat membacok adik kandungnya, T (65), hingga mengalami luka serius di bagian kepala.

Peristiwa itu terjadi di sebuah kebun di wilayah Desa Kawunggirang. Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, pelaku S, warga Desa Gunungkuning, Kecamatan Sindang, bertemu dengan korban T yang merupakan warga Blok Saptu, Desa Kawunggirang. Saat itu S menanyakan benih padi yang sebelumnya ia titipkan kepada korban.

Korban menjelaskan bahwa benih tersebut telah diberikan kepada orang lain. Mendengar jawaban itu, pelaku tersulut emosi dan langsung mengayunkan golok ke tubuh korban. Ia membacok korban sebanyak delapan kali, mengenai kepala dan tangan.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka robek parah pada kepala hingga memerlukan 40 jahitan, serta memar pada tangan kanan. Meski dalam kondisi luka berat, korban masih mampu meminta pertolongan dan melapor ke Polsek Majalengka Kota.

Kapolres Majalengka, AKBP Willy Andrian, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim Polres Majalengka, AKP Udiyanto, membenarkan kejadian tersebut.

“Korban sudah melapor ke Polsek Majalengka Kota. Saat ini korban menjalani perawatan, dan kasus telah kami tangani sesuai prosedur hukum,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).

Kapolsek Majalengka Kota, IPTU Piki Krismanto, S.H., M.H., menambahkan bahwa pelaku berhasil diamankan beberapa saat setelah kejadian.

“Pelaku sudah kami tangkap untuk penyidikan lebih lanjut. Barang bukti berupa satu bilah golok bergagang kayu warna hitam dengan panjang 25 cm telah kami amankan,” jelasnya.

Atas perbuatannya, S dijerat Pasal 351 ayat (2) KUHP tentang penganiayaan berat, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Polisi mengimbau masyarakat untuk menyelesaikan persoalan melalui musyawarah tanpa kekerasan, terlebih ketika melibatkan hubungan keluarga, demi menjaga keamanan dan keharmonisan lingkungan. lintong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *