JAKARTA, HR – Wali Kota Administrasi Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, S.Sos., M.Si., meninjau langsung kegiatan pengerukan sedimen di Kali Sepak yang berlokasi di RW 03 Kelurahan Kembangan Utara, Kecamatan Kembangan, peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana sekaligus sebagai bagian dari langkah strategis Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat dalam mengantisipasi potensi banjir dan genangan, khususnya pada musim hujan dengan intensitas curah hujan tinggi.
Iin Mutmainnah mengatakan, pengerukan sedimen tidak hanya difokuskan di Kali Sepak, namun juga dilakukan di sejumlah aliran kali lainnya di wilayah Jakarta Barat yang mengalami pendangkalan. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bertahap oleh Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat dengan mempertimbangkan tingkat urgensi dan dampak aliran air terhadap kawasan permukiman.
“Normalisasi dan pengerukan sedimen merupakan salah satu fokus utama kami untuk mengurangi risiko genangan dan banjir, terutama di wilayah-wilayah yang menjadi lintasan aliran air saat hujan deras,” kata Iin saat meninjau lokasi pekerjaan, Selasa (13/01/2026).
Untuk mempercepat proses pengerukan, Pemkot Jakarta Barat mengerahkan tiga unit ekskavator amfibi. Setiap unit alat berat tersebut mampu melakukan dua kali pengangkutan sedimen per hari dengan kapasitas sekitar tujuh meter kubik per sekali angkut.
“Dengan tiga unit alat yang beroperasi dan didukung oleh 10 unit truk pengangkut, volume sedimen yang dapat diangkut mencapai kurang lebih 140 meter kubik per hari. Ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian pekerjaan,” ujar Iin.
Iin menambahkan, panjang Kali Sepak yang menjadi sasaran pengerukan mencapai sekitar 1,4 kilometer. Namun demikian, pelaksanaan pengerukan membutuhkan waktu karena adanya proses pemindahan alat berat dari satu titik ke titik lainnya yang tidak dapat dilakukan secara langsung melalui aliran kali.
“Perpindahan alat ini memerlukan waktu tambahan karena tidak bisa dilakukan di dalam kali. Selain itu, sedimen hasil pengerukan dibuang ke kawasan Ancol sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambah Iin.
Ia memperkirakan, seluruh pekerjaan pengerukan di Kali Sepak akan rampung dalam waktu sekitar tiga bulan dengan melibatkan kurang lebih 20 personel di lapangan. Pemerintah Kota berharap, setelah pengerukan selesai, kapasitas tampungan dan kelancaran aliran air di Kali Sepak dapat meningkat secara signifikan.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Barat, Purwanti Suryandari, menjelaskan bahwa tiga unit alat berat amfibi yang dikerahkan terdiri dari dua unit tipe AK dan satu unit tipe AB. Menurutnya, pengerukan Kali Sepak memiliki peran penting dalam menjaga sistem drainase kawasan sekitar.
“Pengerukan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tampungan air. Aliran Kali Sepak berdampak langsung ke sejumlah kawasan, seperti Taman Alfa Indah dan Intercon, sehingga penanganannya dinilai cukup krusial,” jelas Purwanti.
Purwanti juga menambahkan bahwa saat ini Sudis SDA Jakarta Barat tengah melaksanakan pengerukan di 11 titik lainnya di wilayah Jakarta Barat, termasuk di kawasan Mookervaart dan Taman Palem.
“Seluruh kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus meningkatkan fungsi saluran dan kali sebagai upaya berkelanjutan dalam mengurangi potensi banjir dan genangan di Jakarta Barat,” tutup Purwanti. •didit






