PURWAKARTA, HR — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purwakarta mengapresiasi masyarakat adat yang konsisten menjaga hutan dan sungai.
Kepala Bidang DLH Purwakarta, Iwan, menyampaikan hal itu saat menghadiri sosialisasi pengelolaan lingkungan di Desa Mekarjaya, Kecamatan Kiarapedes, Jumat (22/8). DLH Provinsi Jawa Barat menginisiasi acara ini bersama Kepala Desa Mekarjaya dan mahasiswa KKN UIN Sunan Gunung Jati Bandung.
Iwan menegaskan bahwa kontribusi masyarakat adat harus sejalan dengan program pemerintah. DLH Purwakarta menyiapkan intervensi berupa sosialisasi, edukasi, dan bantuan. Ia juga menyebutkan ada 12 kampung adat di Purwakarta yang akan menjadi sasaran program secara bertahap.
“Kegiatan di Desa Mekarjaya kami jadikan model untuk lokasi lain. Kami berharap program ini berkelanjutan dengan dukungan pemerintah, masyarakat, dan mahasiswa,” kata Iwan.
Kolaborasi Tiga Pihak untuk Kelestarian Lingkungan
Kepala Desa Mekarjaya, Koko, berterima kasih kepada DLH Purwakarta dan DLH Jawa Barat atas sosialisasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menyadarkan warga agar tidak membuang sampah sembarangan.
Koko juga berharap sosialisasi serupa hadir di desa-desa lain, terutama di Kecamatan Kiarapedes. Menurutnya, pengelolaan sampah di pedesaan masih menjadi tantangan karena daerah tersebut belum memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Koordinator Mahasiswa KKN UIN Sunan Gunung Jati Bandung, Al-Ghifari, menilai program ini sebagai langkah awal yang baik. Ia menegaskan bahwa mahasiswa ikut berkolaborasi dalam pelaksanaan acara dan siap mendukung keberlanjutan program.
“Kami ingin sosialisasi ini tidak berhenti di tahap awal, melainkan berlanjut dengan monitoring dari pihak terkait,” ujarnya.
Sebanyak 45 peserta yang terdiri atas perwakilan dinas, masyarakat, dan mahasiswa menghadiri acara ini. Program Desa Mekarjaya kini menjadi contoh yang bisa diperluas ke wilayah lain di Kabupaten Purwakarta. ids