Pemkab Lampung Selatan Siapkan Lomba Desa Helau Berhadiah Infrastruktur

IMG 20260212 WA0010
Pemkab Lampung Selatan menyiapkan lomba Desa Helau berhadiah infrastruktur untuk mendorong desa lebih hijau, inovatif, dan berdaya saing pada RKPD 2027.

LAMSEL, HR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menyiapkan lomba Desa Helau dengan hadiah pembangunan infrastruktur bagi desa yang mampu menciptakan lingkungan indah, hijau, inovatif, dan berdaya saing.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan rencana tersebut saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 Kecamatan Ketapang di Desa Sri Pendowo, Rabu (11/2/2026).

Bacaan Lainnya

Dalam forum Musrenbang tersebut, Bupati Egi mengajak seluruh kepala desa dan masyarakat berkompetisi secara positif melalui lomba Desa Helau. Ia ingin setiap desa menghadirkan perubahan nyata yang berdampak langsung bagi warga.

“Saya ingin bapak ibu semua bikin desa helau. Nanti kita launching dan setiap desa kita lombakan. Hadiahnya infrastruktur. Buat desanya cantik, hijau, lestari, elok, aman, dan SDM-nya unggul,” ujar Egi.

Menurutnya, lomba Desa Helau bukan sekadar agenda seremonial. Program ini menjadi gerakan kolektif untuk mempercepat pembangunan desa berbasis kreativitas dan partisipasi masyarakat.

Ia mendorong desa menghadirkan karya inovatif yang mampu meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus kesejahteraan warga.IMG 20260212 WA0009

“Kita berlomba dalam kebaikan. Hadirkan karya-karya inovatif yang benar-benar berdampak untuk masyarakat,” tambahnya.

Selain memaparkan program Desa Helau, Bupati Egi juga mengingatkan para kepala desa agar menjalankan amanah secara profesional dan tidak mempersulit masyarakat dalam pelayanan publik. Ia menegaskan pentingnya integritas dan kepatuhan terhadap aturan.

“Saya tidak main-main. Siapa pun yang melanggar hukum, saya tidak bisa lindungi, termasuk tim sukses saya sendiri,” tegasnya.

Pada Musrenbang RKPD 2027 yang menjadi titik ke-11 tersebut, Egi juga menegaskan komitmen Pemkab Lampung Selatan untuk terbuka terhadap kritik dan laporan masyarakat. Namun, ia meminta setiap laporan disertai identitas dan bukti yang jelas agar dapat diproses sesuai ketentuan.

“Saya tidak anti kritik. Tapi laporan tanpa identitas tidak bisa saya tanggapi karena harus jelas kebenarannya. Satu aduan saja bisa memakan waktu hingga seminggu karena kami harus mengumpulkan alat bukti,” jelasnya.

Melalui Musrenbang RKPD 2027, Pemkab Lampung Selatan berharap sinergi antara pemerintah daerah, desa, dan masyarakat semakin kuat. Lomba Desa Helau diharapkan mampu mendorong terwujudnya desa yang lebih maju, hijau, inovatif, dan berdaya saing di Lampung Selatan. santi

[rss_custom_reader]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *