JAKARTA, HR — Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan akan menghadirkan layanan terpadu keliling ke kecamatan dan desa secara rutin setiap hari Rabu mulai 1 April 2026. Program ini menjadi langkah konkret untuk mendekatkan layanan publik agar lebih cepat, mudah, dan terukur bagi masyarakat.
Kebijakan tersebut dibahas dalam rapat persiapan tindak lanjut hasil Musrenbang RKPD di Ruang Rapat BPKAD Pemkab Lampung Selatan, Rabu (18/2/2026).
Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Lampung Selatan, Supriyanto, serta dihadiri staf ahli bupati, para asisten, dan kepala perangkat daerah terkait.
Supriyanto menjelaskan pola pelayanan jemput bola sebenarnya sudah berjalan. Namun, mulai April mendatang, pemerintah akan memperkuat sistem dengan jadwal rutin dan integrasi lintas perangkat daerah.
“Setiap hari Rabu kami akan turun ke kecamatan dan desa secara bergilir. Agenda ini akan berlangsung rutin agar pelayanan semakin dekat, cepat, dan terukur,” ujarnya.
Setiap kecamatan akan menentukan titik pelayanan, baik di aula kantor kecamatan maupun balai desa yang representatif. Saat ini, pemerintah masih menyusun jadwal desa yang akan dikunjungi dan akan segera mengumumkannya kepada masyarakat.
Pelayanan terpadu ini melibatkan berbagai perangkat daerah, seperti Disdukcapil, BPPRD, Dinas Perizinan, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan, Inspektorat, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
Melalui program ini, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan dalam satu lokasi, mulai dari administrasi kependudukan, pajak daerah, perizinan, layanan kesehatan, hingga administrasi lainnya. Integrasi tersebut diharapkan mampu memangkas waktu, biaya, dan jarak bagi warga desa.
Selain mendekatkan pelayanan, program ini juga mendukung percepatan misi kepala daerah dalam meningkatkan kualitas layanan publik. Inisiatif ini selaras dengan program Lampung Selatan BETIK yang menekankan transparansi, akuntabilitas, serta pelayanan langsung kepada masyarakat.
Pemkab Lampung Selatan berharap sistem layanan terpadu yang terjadwal dan terintegrasi dapat meningkatkan efektivitas pelayanan sekaligus menjangkau masyarakat hingga tingkat desa secara berkelanjutan. santi






