DOLOKSANGGUL, HR — Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) memperkirakan kebutuhan anggaran penanganan pascabencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada November 2025 mencapai lebih dari Rp 467 miliar. Anggaran tersebut mencakup program rehabilitasi dan rekonstruksi di sejumlah sektor terdampak.
Kepala Bappelitbangda Kabupaten Humbahas Pahala Lumban Gaol memaparkan komposisi perencanaan dan pendataan kegiatan rehabilitasi serta rekonstruksi pascabencana saat menerima kunjungan Tim Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), BNPB, dan BPBD Provinsi Sumatera Utara. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Inspirasi Kantor Bupati Humbahas, Senin (19/1/2026).
Rapat tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Humbahas Chiristison Rudianto Marbun, didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sabar H. Purba, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Martogi Purba, serta dihadiri sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Pahala Lumban Gaol menjelaskan bahwa kebutuhan penanganan pascabencana meliputi sektor permukiman, infrastruktur, ekonomi, sosial, serta lintas sektor. Pemerintah Kabupaten Humbahas menyusun Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) melalui koordinasi BPBD dan Bappelitbangda, dengan fasilitasi BNPB serta melibatkan seluruh OPD dan unsur lintas sektoral.
Menurutnya, penyusunan R3P mengacu pada hasil pengkajian kebutuhan pascabencana yang diselaraskan dengan kebijakan pembiayaan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta sumber pendanaan lain yang sah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Sementara itu, Sekda Humbahas Chiristison Rudianto Marbun menegaskan bahwa pengkajian pendanaan dilakukan secara matang sesuai arahan Bupati Humbang Hasundutan Dr. Oloan Paniaran Nababan, S.H., M.H.
“Seluruh OPD lintas sektor kami instruksikan bergerak cepat melakukan pengkajian kerusakan dan kerugian akibat banjir dan tanah longsor, agar aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat dapat segera pulih,” tegasnya.
Usai rapat, Sekda Humbahas bersama rombongan meninjau pembukaan jalan baru dari Desa Sampetua menuju Desa Batu Nagodang Siatas, Kecamatan Onan Ganjang. Rombongan juga melihat langsung kondisi jalan amblas yang sebelumnya menjadi akses utama menuju desa tersebut sebelum bencana terjadi.
Selain itu, tim turut meninjau rencana lokasi lahan relokasi bagi warga terdampak bencana di Desa Sampetua, Kecamatan Onan Ganjang, sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana secara berkelanjutan. sihar.lg








