DOLOKSANGGUL, HR — Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi PDI Perjuangan sekaligus Ketua Badan Kehormatan DPRD Sumut, Pantur Banjarnahor, menggelar kegiatan penyebarluasan ideologi Pancasila dan penguatan wawasan kebangsaan di Sopo Marpadot, Desa Pearung, Kecamatan Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sabtu (14/3/2026).
Kegiatan tersebut diikuti masyarakat setempat dan diisi dengan berbagai aktivitas yang mengarah pada penguatan wawasan kebangsaan, pemberdayaan masyarakat, serta kepedulian sosial.
Acara diawali dengan penanaman berbagai jenis tanaman produktif di area Sopo Marpadot. Penanaman tersebut dilakukan secara simbolis sebagai bagian dari gerakan Marpadot, sebuah inisiatif yang digagas Pantur Banjarnahor untuk mendorong masyarakat memanfaatkan potensi pertanian secara lebih produktif.
Menurut Pantur, gerakan Marpadot diharapkan menjadi ruang belajar bersama bagi masyarakat agar mampu mengelola sumber daya alam secara lebih bijak dan bernilai ekonomi. Ia menilai peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama melalui sektor pertanian, merupakan bagian penting dalam memperkuat ketahanan sosial sekaligus menjaga semangat kebangsaan di tingkat akar rumput.
“Nilai-nilai Pancasila tidak cukup hanya dibicarakan dalam forum. Ia harus hadir dalam kerja nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Pantur.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah pegiat pertanian turut dihadirkan untuk berbagi pengalaman kepada masyarakat. Pegiat kopi, Diana Sitohang, memaparkan pengalamannya dalam mengembangkan budidaya kopi sebagai komoditas unggulan di wilayah dataran tinggi.
Sementara itu, pegiat pertanian Pablo Sinaga memperkenalkan potensi budidaya alpukat jenis Alpukat Hass. Ia menjelaskan bahwa alpukat Hass termasuk salah satu varietas alpukat dengan nilai ekonomi tinggi dan memiliki pasar yang luas di tingkat global.
Menurut Pablo, kondisi tanah dan iklim di wilayah Humbang Hasundutan sangat mendukung pengembangan komoditas tersebut, sehingga dapat menjadi peluang baru bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan melalui sektor pertanian.
Di sela-sela kegiatan, Pantur Banjarnahor juga menyerahkan bantuan kepada puluhan anak yatim piatu dan penyandang disabilitas di wilayah Humbang Hasundutan sebagai bentuk perhatian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan lebih.
Pantur menyampaikan bahwa ke depan Sopo Marpadot diharapkan dapat berkembang menjadi ruang pembinaan bagi anak-anak yatim piatu. Di tempat tersebut nantinya akan digelar berbagai kegiatan pendidikan, pelatihan, serta penguatan karakter agar mereka memiliki bekal yang cukup untuk menatap masa depan.
“Ke depan Sopo Marpadot ini diharapkan menjadi rumah bagi anak-anak yatim piatu. Kita ingin mereka memiliki ruang untuk belajar, bertumbuh, dan mengembangkan kemampuan,” katanya.
Bagi Pantur, penyebarluasan ideologi Pancasila tidak dapat dilepaskan dari upaya membangun kepedulian sosial, gotong royong, serta kemandirian masyarakat. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, harus terus dihidupkan dalam praktik kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan seperti ini, ia berharap Pancasila tidak hanya dipahami sebagai konsep ideologis, melainkan menjadi pedoman hidup yang memperkuat persatuan, menumbuhkan solidaritas, serta membuka jalan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa. sihar.lg







