JAKARTA, HR – Anggota Komisi A DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kevin Wu, menyampaikan keprihatinannya terhadap maraknya aksi premanisme yang masih terjadi di ibu kota dalam beberapa waktu terakhir.
Ia menilai fenomena tersebut tidak hanya meresahkan masyarakat, tetapi juga mencoreng citra Jakarta sebagai pusat ekonomi yang tengah berupaya menuju kota global. Kevin menegaskan, praktik premanisme harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Saya sangat menyayangkan premanisme masih terjadi di Jakarta saat ini. Fenomena tersebut jelas mengganggu dan merugikan masyarakat. Saya berharap Pemprov DKI memberikan perhatian serius dan segera mengambil langkah konkret untuk mengatasinya,” sebut Kevin Wu, Sabtu (11/04/26).
Kevin juga mendorong Pemprov DKI Jakarta agar bersikap lebih proaktif dalam menangani persoalan ini, tanpa harus menunggu kasus menjadi viral terlebih dahulu.
“Jangan sampai tindakan baru diambil setelah kejadian viral. Masyarakat sebenarnya sudah dirugikan sejak awal sebelum kasus itu mencuat,” ungkap Kevin Wu.
Ia menyinggung kasus terbaru yang sempat menghebohkan publik, yakni aksi intimidasi terhadap seorang pedagang bakso di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dalam video yang beredar, terlihat pelaku merusak dagangan korban dengan memecahkan piring-piring miliknya.
Menurut Kevin, kejadian tersebut mencerminkan bagaimana kelompok masyarakat kecil kerap menjadi korban praktik intimidasi dan pemerasan.
“Pedagang kecil itu hanya berusaha mencari nafkah untuk keluarganya. Sangat tidak manusiawi jika mereka justru harus menghadapi tekanan seperti itu,” tegas Kevin Wu.
Lebih lanjut, Kevin mengungkapkan bahwa praktik premanisme tidak hanya menyasar pedagang kecil, tetapi juga merambah ke sektor usaha yang lebih luas. Ia menyebut adanya praktik pungutan liar terhadap pelaku usaha, mulai dari permintaan jatah parkir hingga intervensi dalam perekrutan tenaga kerja.
Kondisi ini, menurutnya, dapat menghambat pertumbuhan dunia usaha dan menurunkan minat investor untuk menanamkan modal di Jakarta.
“Bagaimana iklim usaha bisa sehat jika praktik seperti ini terus terjadi. Investor tentu akan berpikir ulang untuk masuk ke Jakarta. Impian menjadikan Jakarta sebagai kota global akan sulit terwujud jika masalah ini tidak diselesaikan,” jelas Kevin Wu.
Untuk itu, Kevin meminta Pemprov DKI Jakarta bertindak tegas dan konsisten dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Ia menekankan pentingnya kehadiran pemerintah dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat dan kepastian bagi para pelaku usaha.
“Penegakan hukum harus tegas dan tidak boleh ada toleransi terhadap premanisme. Pemerintah harus hadir melindungi warga serta memastikan para pelaku usaha dapat menjalankan usahanya dengan jujur dan aman,” tegas Kevin Wu. •didit








