Musrenbang Tematik Gowa Tekan Kemiskinan dan Percepat Penanganan Stunting

IMG 20260225 WA0078
Musrenbang Tematik Gowa Kemiskinan dan Stuntin

GOWA, HR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Kemiskinan dan Stunting di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Rabu (25/2). Forum ini menjadi langkah strategis untuk menekan angka kemiskinan dan mempercepat penanganan stunting secara terarah.

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan bahwa kemiskinan dan stunting berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia serta keberlanjutan pembangunan daerah.

Bacaan Lainnya

“Musrenbang Tematik ini kami laksanakan karena kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan pendapatan, tetapi juga akses terhadap pangan bergizi, layanan kesehatan, pendidikan, dan hunian layak. Sementara stunting menyangkut pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, hingga produktivitas. Ini menyangkut masa depan Gowa,” ujarnya.

Data Pemkab Gowa mencatat jumlah Keluarga Miskin Ekstrem (KME) sebanyak 1.015 keluarga. Pemerintah daerah menargetkan penanganan terarah agar jumlah tersebut terus menurun seiring peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan masyarakat. Sementara itu, prevalensi stunting di Gowa menunjukkan tren penurunan hingga 17 persen.

Menurut Bupati Talenrang, capaian tersebut patut disyukuri namun belum cukup. Selama masih ada keluarga yang belum sejahtera dan anak berisiko mengalami gangguan tumbuh kembang, pemerintah harus terus memperkuat intervensi.IMG 20260225 WA0080

Ia menekankan bahwa penanganan kemiskinan harus berbasis kebutuhan riil di lapangan. Pemerintah tidak bisa menerapkan kebijakan seragam, melainkan harus memilah intervensi sesuai kondisi masing-masing keluarga.

“Kita perlu kajian mendalam dan pembagian tugas yang lebih spesifik dengan SKPD terkait. Tidak semua harus dibedah rumahnya. Ada yang perlu akses kesehatan, pendidikan, sanitasi seperti jamban, atau penguatan ekonomi keluarga. Intervensinya harus tepat sasaran,” tegasnya.

Bupati Talenrang juga menekankan bahwa tujuan intervensi bukan menciptakan ketergantungan, tetapi mendorong kemandirian masyarakat agar mampu keluar dari kemiskinan.

“Kita tidak berbicara menghilangkan kemiskinan sampai nol. Minimal kita arahkan agar mereka mau bergerak, bekerja, dan berusaha. Pemerintah hadir memperbaiki kualitas hidup, setelah itu masyarakat harus tumbuh mandiri,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Gowa, Sujjadan, menjelaskan bahwa Musrenbang Tematik ini menjadi bagian dari penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Gowa Tahun 2027.

“Kami ingin mengidentifikasi akar masalah berbasis data, menyelaraskan intervensi lintas perangkat daerah, menetapkan prioritas program yang tepat sasaran, serta menghasilkan rekomendasi yang terintegrasi dalam RKPD 2027,” jelasnya.

Mengusung tema “Bebaskan Keluarga dari Kemiskinan, Selamatkan Generasi dari Stunting”, forum ini memperkuat konvergensi program penurunan stunting, meningkatkan efektivitas perlindungan sosial, serta mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga miskin berbasis data by name by address.

Pemkab Gowa berharap Musrenbang Tematik ini menghasilkan rekomendasi program yang operasional dan implementatif sebagai pijakan mewujudkan pembangunan daerah yang lebih maju dan berkelanjutan. kartia

[rss_custom_reader]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *