LAMSEL, HR — Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 Kecamatan Rajabasa di Balai Desa Hargo Pancuran, Kamis (12/2/2026). Forum ini mengarahkan pembangunan wilayah strategis Rajabasa agar mampu mengoptimalkan potensi alam sekaligus memperkuat mitigasi bencana.
Sekretaris Daerah Lampung Selatan, Supriyanto, menghadiri langsung kegiatan tersebut bersama kepala perangkat daerah, unsur Forkopimcam, tokoh adat, serta para kepala desa se-Kecamatan Rajabasa.
Dalam arahannya, Supriyanto menegaskan Rajabasa memiliki potensi unggulan yang jarang dimiliki wilayah lain, bahkan di tingkat Provinsi Lampung. Ia menyebut bentang alam laut dan gunung, kesuburan pertanian, serta kekayaan budaya lokal sebagai kekuatan utama pembangunan daerah.
“Potensi yang kita miliki luar biasa. Laut indah, gunung ada, tanaman tumbuh subur, ada Gunung Krakatau, budaya juga kuat. Ini menjadi modal besar untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Supriyanto mengingatkan agar pemerintah dan masyarakat mengelola kekayaan tersebut secara bijak. Ia menilai karakter wilayah Rajabasa yang didominasi perbukitan menuntut perhatian serius dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Ia menekankan pentingnya menjaga kawasan Gunung Rajabasa melalui konservasi, seperti tidak menebang pohon sembarangan dan memperbanyak tanaman berbatang keras untuk mencegah longsor. Menurutnya, langkah itu penting agar potensi wilayah tidak berubah menjadi sumber bencana.
Selain itu, ia meminta seluruh pihak meningkatkan kesiapsiagaan terhadap risiko bencana. Pemerintah harus mempertimbangkan aspek mitigasi dalam setiap rencana pembangunan, termasuk pembangunan perumahan, guna meminimalkan potensi kerugian dan korban jiwa.
Dalam penyusunan RKPD 2027, Supriyanto menegaskan empat prinsip utama. Pertama, pemerintah harus memprioritaskan kebutuhan mendesak yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kedua, setiap usulan harus selaras dengan arah kebijakan dan kemampuan keuangan daerah.
Ketiga, proses perencanaan harus berjalan secara inklusif dengan melibatkan perempuan, pemuda, pelaku usaha lokal, dan forum anak. Keempat, seluruh pihak harus berkomitmen merealisasikan hasil Musrenbang menjadi program nyata, bukan sekadar catatan administratif.
Melalui Musrenbang RKPD 2027 Rajabasa, Pemkab Lampung Selatan berharap perencanaan pembangunan berjalan lebih terarah dan berkelanjutan. Pemerintah juga ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan. santi








