DENPASAR, HR — Jumlah penumpang bus Trans Metro Dewata (TMD) di Provinsi Bali menunjukkan tren peningkatan sejak pengelolaannya berada di bawah pemerintah daerah. Rata-rata penumpang harian tercatat meningkat sekitar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Perhubungan Bali, Kadek Mudarta, mengatakan rata-rata pengguna harian TMD sebelumnya berada di kisaran 4.400 penumpang per hari. Pada tahun 2025, jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 4.700 penumpang per hari.
“Meningkat ke 2025 mungkin sekitar 7 persen ada peningkatan. Kalau dulunya sekitar 4.400 sekian, di 2025 rata-rata hariannya di 4.760-an,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan jumlah penumpang tidak terlepas dari semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap penggunaan transportasi publik di Bali. Ia menilai semakin banyak masyarakat yang mengetahui keberadaan layanan bus tersebut sehingga minat untuk menggunakannya ikut meningkat.
“Ketika ada peningkatan jumlah penumpang itu mungkin pengetahuan orang tentang TMD makin bertambah, kemudian kesadaran masyarakat meningkat sehingga minat menggunakan transportasi publik juga semakin tinggi,” katanya.
Saat ini, terdapat beberapa koridor utama yang dilayani bus Trans Metro Dewata di kawasan Sarbagita. Rute dengan tingkat keterisian penumpang tertinggi berada pada koridor 1 dari Terminal Persiapan menuju Central Parkir Kuta, serta koridor 2 yang menghubungkan Terminal Ubung dengan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Dinas Perhubungan Bali juga melakukan evaluasi terhadap jalur operasional bus. Beberapa penyesuaian dilakukan untuk meningkatkan efisiensi perjalanan, terutama pada ruas jalan yang sebelumnya memutar tanpa memiliki titik henti penumpang.
Selain itu, pemerintah juga membuka kemungkinan penambahan titik henti baru berdasarkan masukan masyarakat. Penambahan tersebut tidak selalu berupa pembangunan halte permanen, tetapi juga dapat berupa penanda atau marka titik pemberhentian.
Salah satu halte direncanakan dibangun di kawasan Kuta Plaza dan di depan Denpasar Cineplex di Jalan Thamrin yang dinilai memiliki aktivitas penumpang cukup tinggi. Namun rencana tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut dengan mempertimbangkan beberapa alternatif lokasi lainnya.
Di sisi lain, Dishub Bali juga berencana membuka kembali layanan angkutan yang menghubungkan Kabupaten Gianyar dan Bangli dengan tujuan akhir di Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa. Layanan tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada April 2026.
Selama delapan bulan terakhir sejak dikelola pemerintah daerah, pendapatan dari tiket Trans Metro Dewata tercatat sekitar Rp3,9 miliar dan seluruhnya masuk sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD). Meski demikian, angka tersebut masih jauh dari biaya operasional layanan yang mencapai sekitar Rp46 miliar per tahun.
Meski membutuhkan subsidi yang cukup besar, pemerintah menilai keberadaan transportasi publik tetap penting karena dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi serta membantu masyarakat menghemat biaya bahan bakar, cicilan kendaraan, hingga biaya perawatan kendaraan.
Layanan Trans Metro Dewata sebelumnya sempat menghadapi tantangan ketika subsidi operasional dari pemerintah pusat dihentikan pada awal 2025. Setelah sempat terhenti, layanan bus kembali beroperasi dengan dukungan anggaran pemerintah daerah dan tetap melayani sejumlah koridor utama di kawasan Sarbagita yang meliputi Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan. dyra






