Lampung Selatan Luncurkan Si Muli, Marketplace Pengadaan Pemerintah Dorong UMKM Lokal

IMG 20260205 WA0057
Peluncuran Si Muli Lampung Selatan

LAMSEL, , HR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melalui Perseroan Daerah Lampung Selatan Maju resmi meluncurkan Sistem Informasi Market Ulun Lampung Asli (Si Muli), sebuah marketplace dipengadaan barang dan jasa pemerintah. Peluncuran berlangsung di Aula Rajabasa Kantor Bupati Lampung Selatan, Kamis (5/2/2026).

Peluncuran Si Muli menjadi langkah strategis Pemkab Lampung Selatan dalam mendorong transformasi digital pengadaan barang dan jasa pemerintah sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM lokal secara transparan, inklusif, dan akuntabel.

Bacaan Lainnya

Platform Si Muli dikembangkan oleh Perseroda Lampung Selatan Maju melalui kerja sama dengan PT Briliant Ecommerce Berjaya (Mbizmarket). Sistem ini dirancang sebagai marketplace digital yang aman dan terpercaya serta selaras dengan prinsip tata kelola pengadaan yang direkomendasikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama secara langsung meluncurkan platform tersebut bersama Sekretaris Daerah Supriyanto, Direktur Utama Perseroda Lampung Selatan Maju Baiquni Aka Sanjaya, Direktur PT Mbizmarket, serta unsur Forkopimda Lampung Selatan.

Kegiatan peluncuran juga dirangkaikan dengan Bimbingan Teknis Pengelolaan E-Commerce Si Muli bagi perangkat daerah sebagai upaya percepatan implementasi sistem belanja pemerintah berbasis digital.

IMG 20260205 144553
Marketplace Digital Perkuat UMKM dan Transparansi Belanja Daerah

Direktur Utama Perseroda Lampung Selatan Maju, Baiquni Aka Sanjaya, menjelaskan bahwa Si Muli merupakan tindak lanjut rekomendasi KPK agar pemerintah daerah memanfaatkan sistem elektronik dalam belanja, khususnya pengadaan bernilai kecil hingga menengah.

“Si Muli kami kembangkan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengadaan, meminimalkan potensi ketidakefisienan, serta memperkuat peran UMKM lokal dalam ekosistem belanja pemerintah daerah,” ujar Baiquni.

Ia menegaskan, platform tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana administrasi, tetapi juga sebagai instrumen kebijakan ekonomi daerah yang berdampak langsung pada perputaran ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menilai Si Muli sebagai bentuk penggabungan identitas lokal dengan inovasi teknologi dalam membangun ekonomi daerah yang modern dan berdaya saing.

“Si Muli bukan sekadar akronim sistem, tetapi identitas Ulun Lampung Asli. Hari ini kita memadukan kearifan lokal dengan digitalisasi untuk membangun ekosistem ekonomi daerah yang modern,” kata Bupati Egi.

Ia menegaskan, Si Muli bukan hanya toko daring, melainkan ekosistem digital yang mengintegrasikan pemasaran, inovasi, dan tata kelola pemerintahan modern. Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah dan pelaku usaha memanfaatkan platform tersebut secara optimal.

Program Si Muli menyasar aparatur pemerintah sebagai pelopor penggunaan produk lokal, pelaku UMKM sebagai penyedia barang dan jasa terintegrasi sistem, serta masyarakat luas yang ingin mengakses produk unggulan Lampung Selatan.

Dengan mengusung tagline “From Local to Global”, Si Muli diharapkan mampu mendorong UMKM Lampung Selatan naik kelas sekaligus memperkuat sistem pengadaan pemerintah yang transparan, efisien, dan akuntabel. santi

[rss_custom_reader]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *