Lambok Simamora Gandeng Martahan Sitohang Dalam Upaya Merawat Musik Tradisional Batak Toba

HUMBAHAS, HR – Martahan Sitohang pria sederhana kelahiran Harian Boho, Kabupaten Samosir 10 maret 1984, menjadi narasumber Lambok Andreas Simamora anggota komisi C DPRD Provinsi Sumut dalam upayanya untuk Pemajuan Kebudayaan di Sumatra Utara.

Martahan Sitohang terlahir dari keluarga seniman, sudah menginjakkan kaki di 45 negara dalam pertunjukan musik tradisional Batak Toba. Suami dari Naomi Lumban Gaol ini, pernah manggung di berbagai negara. Jepang, Australia, China, Thailand, Yordania, Russia, Rumania, Belanda, Belgia, Kanada, Jerman, Bulgaria, Amerika, dll.

Beberapa tahun yang lalu, ia juga memasuki hingar-bingar kota Jakarta. Ia masuk ke kota Jakarta melalui gereja-gereja. Menawarkan diri melatih jemaat bermain musik tradisional Batak Toba. Ia melatih muda-mudi gereja bermain musik Batak Toba dengan tujuan supaya muda-mudi gereja tidak melupakan akar budayanya.

Di dalam kegiatan bermain musik tradisional Batak Toba, Martahan Sitohang pernah satu panggung dengan musisi-musisi legendaris dalam negeri. Pernah satu panggung dengan Iwan Fals, grup band Slank juga pernah satu tim dengan Vicky Sianipar.

Dari semua jam panggung yang begitu fantastis tersebut, karya Martahan Sitohang juga tercatat dalam rekor MURI sekaligus Guinness World Record yaitu Pagelaran Tagading pada Pesta Bolon Tahun Remaja dan Pemuda HKBP 3 Wilayah pada september 2014 di Istora Senayan.

Perjumpaannya kali ini dengan Lambok Andreas Simamora anggota DPRD provinsi Sumatra Utara, untuk memberikan Edukasi Budaya kepada Generasi Muda dengan tujuan Menciptakan Generasi Berbudaya, Berkarakter dan Bertanggungjawab.

Lambok Andreas Simamora dalam hal ini ingin mendorong sebuah payung hukum dalam Pemajuan Kebudayaan melalui sebuah Perda tentang Pemajuan Kebudayaan di Sumatra Utara.

Dalam kolaborasi ke dua anak muda ini, Lambok Andreas Simamora menggandeng Martahan Sitohang menjadi narasumber saat sosialisasi Pemajuan Kebudayaan.

Pada kesempatan sosialisasi Martahan Sitohang tak lupa selalu memainkan alat-alat musik tradisional Batak Toba di depan masyarakat. Martahan Sitohang memainkan alat musik Tulila dan juga Hasapi. Masyarakat yang hadir sontak ikut bernyanyi saat Tulila ditiup Martahan Sitohang dengan alunan lagu “Arga Do Bona Ni Pinasa”.

Masyarakat begitu antusias dan hanyut dalam alunan Tulila dan juga Hasapi yang dimainkan Martahan Sitohang. Nampaknya masyarakat begitu merindukan alunan-alunan musik tradisional Batak Toba diperdengarkan.

Harapannya ke depan, akan muncul generasi yang berbudaya, berkarakter, disiplin dan bertanggungjawab. Selanjutnya akan muncul generasi yang mampu merawat kebudayaan.dan juga para pelaku kebudayaan. sihar.lg

[rss_custom_reader]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *