Kurang Sosialisasi, Layanan Akhir Pekan BPN Jakut Sepi

oleh -287 views
JAKARTA, HR – Dalam rangka percepatan pendaftaran dan pelayanan pertanahan kepada masyarakat, MenteriAgraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia, Ferry Mursyidan Baldan membuat terobosan pembukaan pelayanan pertanahan pada akhir pekan (Sabtu dan Minggu).
Pelayanan yang disahkan melalui surat edaran Nomor 12/SE/XI/2014 kepada kepala BPN seluruh Indonesia tersebut bertujuan untuk mendorong peningkatan pelayanan secara Cepat, Murah, Mudah dan anti KKN.
Namun sampai saat ini masyarakat yang mengurus surat tanah pada pelayanan akhir pekan di kantor pertanahan Jakarta Utara masih minim dan terkadang tidak ada sama sekali ungkap Kepala Kantor Pertanahan Jakut Admiral Faizal kepada HR dikantornya, Kamis 26/2.
Admiral sendiri mengakui bahwa sampai saat ini pelayanan akhir pecan hanya ada sekitar 5 sampai 7berkas masuk padahal kami sudah melakukan upaya semaksimal mungkin melakukan sosialisasi salah satunya melalui sistem One Day Service (Layanan selesai sehari). “Dan sekaligus memberitahukan kepada masyarakat serta mengadakan pengarahan kepada tiap-tiapkelurahanbahwa kami juga membuka pelayanan Sabtu dan Minggu yang disebut Pelayanan Akhir Pekan,” katanya.
Menanggapi pernyataan dari kepala BPN Jakut Aktivis pemantau pelayanan Publik Wahyudi (29) mengatakan bahwa sosialisasi yang dilakukan BPN tersebut masih kurang dan tidak sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, “Yang datang dalam acara one day service ditiap-tiap kelurahan hanya masyarakat yang dekat dengan kantor kelurahan. Sedangkan masyarakat yang domisilinya relatip jauh dari kantor kelurahan, ya tidak tahu,” papar Wahyu, Jum’at ( 27/2) di halaman kantor Walikota Jakarta Utara.
Menurut Wahyu seharusnya Kepala Kantor BPN Jakut membuat selebaran berupa pemberitahuan kepada masyarakat tentang adanya pelayanan akhir pekan yang dibuka setiap hari Sabtu dan Minggu dan diserahkan kepada kelurahan, “Untuk dibagikan tiap-tiap RW dan RT kemudian diteruskan kepada masyarakat,” tandasnya.
Salah satu warga Rt.004/05 Kelurahan kebon bawang Muryat (40) mengutarakan bahwa selama ini belum tahu bahwa sudah ada pelayanan akhir pecan tersebut, “Lhawong tidak ada pemberitahuan dari RT/RW maupun pemberitaan melalui media gimana saya tau pak,” tuturnya singkat dengan logat jawanya yang kental. ed

Tinggalkan Balasan