Kongres PWI Akhiri Dualisme, Akhmad Munir Terpilih Ketua Umum 2025–2030

IMG 20250831 221207
Kongres Persatuan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat akhirnya resmi digelar pada Sabtu, 30 Agustus 2025.

JAKARTA, HR – Kongres Persatuan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat akhirnya resmi digelar pada Sabtu, 30 Agustus 2025, di Balai Pelatihan dan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPTIK) Komdigi, Cikarang, Bekasi.

Momentum bersejarah ini menjadi penanda berakhirnya konflik internal dan dualisme kepemimpinan yang hampir dua tahun membayangi organisasi wartawan tertua di Indonesia.

Bacaan Lainnya

Sebanyak 87 pemilik suara sah dari seluruh provinsi hadir dalam kongres ini. Pemungutan suara berlangsung demokratis, meski persaingan cukup ketat. Proses pemilihan baru dimulai sekitar pukul 17.40 WIB, disaksikan langsung oleh para delegasi dari berbagai daerah yang memadati ruang sidang kongres.

Hasil penghitungan suara menetapkan Akhmad Munir, Direktur Utama LKBN ANTARA, sebagai Ketua Umum PWI Pusat periode 2025–2030 dengan raihan 52 suara. Ia unggul atas Hendry Ch. Bangun yang meraih 35 suara.

Usai pengumuman, Munir menegaskan bahwa kemenangannya bukan kemenangan pribadi, melainkan kemenangan seluruh insan pers Indonesia.

Selain memilih ketua umum, kongres juga menentukan Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat. Pertarungan berlangsung sengit antara Atal S. Depari dan Sihono HT. Atal akhirnya menang tipis dengan perolehan 44 suara, hanya terpaut dua suara dari Sihono yang meraih 42 suara.

Suasana kongres kemudian berubah hangat ketika Akhmad Munir dan Atal S. Depari dikalungkan selendang sutera khas Bugis. Simbol itu bukan sekadar tanda kemenangan, tetapi juga penghormatan serta doa untuk terwujudnya persatuan dan rekonsiliasi di tubuh PWI.

Dalam pidato perdananya, Munir menyampaikan, “Tekadnya untuk memulihkan citra PWI. Ia menekankan pentingnya membangun kembali kepercayaan publik dan menjadikan PWI sebagai rumah besar yang solid, berwibawa, serta relevan di era digital,” tegas Munir.

Pesannya disambut tepuk tangan para peserta kongres yang menaruh harapan besar pada kepemimpinan baru. Kongres Persatuan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan sejarah PWI.

Dengan terpilihnya Akhmad Munir sebagai Ketua Umum dan Atal S. Depari sebagai Ketua Dewan Kehormatan, terbentang peluang besar untuk menutup lembar kelam perpecahan serta membuka jalan menuju rekonsiliasi total.

“PWI kini diharapkan bangkit kembali sebagai salah satu pilar penting demokrasi Indonesia, mengokohkan peran pers dalam menyuarakan kebenaran, menjaga marwah profesi, dan memperkuat kehidupan berbangsa,” tutupnya. •didit

[rss_custom_reader]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *