BANDUNG, HR — Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Yomanius Untung, meminta pemerintah segera menghadirkan solusi agar para jemaah umroh asal Jawa Barat yang tertahan di Tanah Suci dapat segera kembali ke Indonesia.
Permintaan tersebut disampaikan tidak hanya untuk memberikan kepastian bagi para jemaah yang masih berada di Mekah maupun Madinah, tetapi juga untuk menenangkan keluarga mereka yang menunggu kepulangan di tanah air.
Menurut Yomanius Untung, situasi yang berkembang di kawasan Timur Tengah telah berdampak langsung terhadap perjalanan udara internasional. Gangguan tersebut membuat sejumlah penerbangan tertunda bahkan dibatalkan.
“Kita tahu apa yang terjadi di Timur Tengah adalah force majeure. Serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, begitupun sebaliknya, melumpuhkan banyak maskapai penerbangan dan bandara di sejumlah kota di kawasan tersebut. Akibatnya, banyak warga kita yang tertahan di Mekah atau Madinah dan belum bisa pulang,” kata Untung kepada media di Bandung, Sabtu (7/3/2026).
Ia menilai pemerintah Indonesia perlu bergerak lebih aktif untuk memberikan jaminan rasa aman bagi para jemaah yang terdampak situasi tersebut. Selain itu, perhatian juga perlu diberikan terhadap kondisi finansial para jemaah yang terpaksa memperpanjang masa tinggal di Tanah Suci.
“Apalagi jemaah harus mengeluarkan uang tambahan karena tertahan di sana. Pemerintah juga harus memberikan informasi yang benar mengenai kondisi di Tanah Suci kepada keluarga mereka di Indonesia, khususnya di Jawa Barat, agar tidak terjadi informasi simpang siur,” ujarnya.
Yomanius Untung menjelaskan, sebagian besar jemaah yang mengalami keterlambatan kepulangan sebelumnya memiliki jadwal penerbangan transit di Uni Emirat Arab, seperti melalui kota Dubai dan Abu Dhabi.
Namun karena sejumlah bandara di kawasan tersebut sempat menutup operasional sementara, perjalanan mereka pun ikut terhambat.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu direspons dengan langkah konkret dari pemerintah, salah satunya dengan mengalihkan rute penerbangan agar para jemaah dapat langsung terbang menuju Indonesia tanpa harus singgah di kota transit yang saat ini terganggu operasionalnya.
“Ini perlu diambil langkah antisipatif agar ribuan jemaah yang saat ini tertahan dan belum bisa pulang dari Tanah Suci dapat segera kembali ke Tanah Air. Karena semakin lama di sana tentu membutuhkan biaya pribadi yang tidak sedikit,” pungkasnya. horaz






