Kawanara 1.335 Hektare Candipuro Dikembangkan Jadi Pusat Pertanian Modern, Target Tiga Kali Panen

WhatsApp Image 2026 02 19 at 16.44.12
Rapat koordinasi yang dipimpin Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Setdakab Lampung Selatan, Tri Umaryani, di ruang kerjanya, Kamis (19/2/2026)

LAMSEL, HR –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mulai mematangkan pengembangan Kawasan Pertanian Anak Nusantara (Kawanara) seluas 1.335 hektare di Desa Trimomukti, Kecamatan Candipuro. Kawasan ini dirancang sebagai pusat pertanian terintegrasi berbasis agroeduwisata untuk meningkatkan produktivitas gabah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui pariwisata berbasis kearifan lokal.

Rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Setdakab Lampung Selatan, Tri Umaryani, di ruang kerjanya, Kamis (19/2/2026). Rapat dihadiri Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPH-Bun), Mugiyono, Kepala Bappeda, Aryan Saruhian, dan jajaran perangkat daerah terkait.

Bacaan Lainnya

Mugiyono menjelaskan, pengembangan Kawanara merupakan respons terhadap program peningkatan produksi gabah kering yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Kawasan Pertanian Anak Nusantara akan dikembangkan di atas lahan seluas 1.335 hektare dengan konsep agroeduwisata. Program ini bertujuan meningkatkan produksi gabah dari dua kali panen menjadi tiga kali panen per tahun,” ujar Mugiyono.

Optimalisasi lahan dan dukungan infrastruktur pertanian menjadi fokus agar produktivitas petani meningkat. Perbaikan irigasi, sarana produksi, serta penguatan manajemen usaha tani menjadi bagian dari skema pengembangan kawasan.

Tri Umaryani menekankan pentingnya sinergi lintas perangkat daerah agar program berjalan selaras dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah. Ia meminta Dinas TPH-Bun mengoordinasikan sinkronisasi perencanaan pertanian dengan dukungan infrastruktur dan penganggaran yang terukur.

“Kawanara tidak hanya menjadi kawasan produksi pangan, tetapi juga kawasan strategis yang memadukan pertanian dan pariwisata. Konsep agroeduwisata dapat menciptakan nilai tambah melalui kunjungan edukatif, pemberdayaan UMKM desa, dan penguatan ekonomi berbasis potensi lokal,” tambahnya.

Penguatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian utama. Edukasi kepada masyarakat diharapkan mendorong gerakan pertanian yang selaras dengan pariwisata desa sehingga dampaknya tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga kesejahteraan petani dan warga sekitar.

Pemkab Lampung Selatan berharap dukungan seluruh perangkat daerah agar pengembangan Kawanara berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah Candipuro. santi

[rss_custom_reader]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *