Ketua Panitia, Samsul Djamaludin, dari Grup QAGC (Quality Assurance & Good Compliance), menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk kesiapan regulatif dan operasional JNE dalam memasuki pasar distribusi farmasi.
“Kami fokus pada kualitas, kepatuhan, dan infrastruktur agar JNE menjadi mitra terpercaya industri farmasi,” tegasnya.

Materi utama disampaikan oleh perwakilan BPOM, Wardhono Tirtosudarmo, S.Si., Apt. Ia menjelaskan bahwa distribusi obat mencakup aspek keamanan, penyimpanan, pencatatan, dan penelusuran yang ketat. Ia menekankan pentingnya kesiapan fasilitas, SDM, sistem monitoring, serta mindset bahwa distribusi obat adalah bagian dari layanan kesehatan masyarakat.
Dalam sesi tanya jawab, Wardhono menyampaikan bahwa kesiapan regulatif, rekam jejak distribusi, dan kemauan berkolaborasi dengan industri farmasi merupakan kunci menjadi mitra Pedagang Besar Farmasi (PBF).
Kegiatan ditutup dengan penyerahan cenderamata kepada narasumber dan sesi foto bersama seluruh peserta, menandai komitmen bersama JNE dalam menjawab tantangan di dunia farmasi yang menuntut ketelitian dan integritas tinggi. •zakaria








