Inovasi Daerah Jadi Pilar Pembangunan, Kota Banjar Usung “Banjar Berdaya, Bangun Masagi”

BANJAR, HR — Pemerintah Kota Banjar terus memperkuat arah pembangunan daerah melalui semangat “Banjar Berdaya, Bangun Masagi”. Pemerintah menempatkan inovasi sebagai pilar utama untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, daya saing, serta menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.

Kepala Bappelibangda Kota Banjar, Eri Kusmara Wardhana, menegaskan bahwa berbagai inovasi yang diluncurkan tidak hanya sebatas program. Pemerintah membangun ekosistem yang kolaboratif dan inklusif agar setiap perangkat daerah dapat berkontribusi secara optimal.

Transformasi Digital dan Tata Kelola Pemerintahan

Pemkot Banjar memperkuat akuntabilitas dan transformasi digital melalui sejumlah instrumen strategis. SAKSES Tools hadir sebagai alat evaluasi kinerja berbasis data. Selain itu, SEPAN NASI PEDA mengintegrasikan sistem seleksi dan basis data inovasi perangkat daerah.

Pemerintah juga menghadirkan ASN BICARA DIKSI sebagai ruang kolaborasi penyusunan kebijakan berbasis riset. Sementara itu, PAIS PEDA Digital mempercepat pengelolaan keuangan daerah secara transparan dan tanpa kertas.

Melalui platform BEBEONG, masyarakat dapat mengakses layanan pemerintahan dan informasi secara lebih mudah dan cepat.

Layanan Kependudukan yang Cepat dan Inklusif

Pemkot Banjar mempermudah layanan administrasi kependudukan melalui inovasi PAK ONOM yang memungkinkan pengurusan dokumen secara daring. Selain itu, program BALITA KASIH memastikan bayi yang baru lahir langsung memperoleh dokumen kependudukan lengkap.

Pendidikan, Literasi, dan Inklusi Sosial

Di sektor pendidikan, pemerintah mendorong inovasi berbasis pengalaman dan teknologi. Program Wisata BaLi dan audiobook “Si Meong Manis” menghadirkan literasi yang inklusif, termasuk bagi penyandang disabilitas.

Selain itu, ANGLING DARMA dan SITU LEUTIK memperluas akses pembelajaran nonformal. Griya STEAM Hemat Daya serta gim edukasi “Petualangan Zaky” juga mendorong minat belajar berbasis sains dan teknologi.

Kesehatan dan Perlindungan Masyarakat

Pemkot Banjar menjalankan program ANTING BERLIAN untuk mempercepat penanganan stunting berbasis keluarga. Program SIMPAY SINJANG memperkuat peran kader dalam layanan KB jangka panjang.

Di sisi lain, GELUNG PERAK hadir sebagai gerakan perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan.

Ekonomi Kreatif dan Ketahanan Pangan

Pemerintah juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui inovasi digital. LANGGAR memfasilitasi belanja sayur secara daring, sedangkan SAPA HATI menghubungkan petani dengan pasar secara langsung.

Dalam sektor lingkungan, program SAPU JAGAT mengolah sampah dapur menjadi pupuk organik. Selain itu, Pemkot Banjar mengembangkan produk unggulan seperti SIRAMLANG serta meningkatkan produktivitas perikanan dan peternakan melalui berbagai program inovatif.

Kesadaran Hukum dan Pelestarian Sejarah

Pemkot Banjar turut meningkatkan kesadaran hukum masyarakat melalui program SAPI PERAH yang mensosialisasikan penegakan peraturan daerah. Selain itu, PANAH ASMARA membuka akses publik terhadap arsip sejarah daerah.

Dengan berbagai terobosan tersebut, Pemerintah Kota Banjar optimistis inovasi daerah dapat memperkuat kemandirian serta meningkatkan daya saing masyarakat. acep surya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *