Hari Jadi Majalengka ke-186 Usung Tema Sejarah, Kolaborasi, dan Inovasi

MAJALENGKA, HR — Pemerintah Kabupaten Majalengka menegaskan peringatan Hari Jadi Kabupaten Majalengka ke-186 pada 11 Februari 2026 akan digelar secara bermakna dengan melibatkan partisipasi luas masyarakat, namun tetap mengedepankan prinsip sederhana, efektif, dan efisien.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Majalengka H. Eman Suherman usai memimpin rapat persiapan Hari Jadi Kabupaten Majalengka di Gedung Yudha Karya, Pemda Majalengka, Kamis (22/1/2026).

Bupati menjelaskan bahwa penetapan Hari Jadi Majalengka pada 11 Februari telah resmi diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) yang disahkan pada Desember 2025. Penetapan ini menggantikan tanggal sebelumnya, 7 Juni, yang tertuang dalam Perda Tahun 1982 dan akan menjadi acuan peringatan Hari Jadi pada tahun-tahun mendatang.

Perubahan tanggal tersebut didasarkan pada kajian akademik dan historis yang komprehensif. Kajian tersebut menyimpulkan bahwa tanggal 7 Juni memiliki dasar cerita lisan yang kurang kuat, sedangkan tanggal 11 Februari merujuk pada dokumen resmi Besluit Gubernur Jenderal Hindia Belanda Nomor 2 Tahun 1840 tentang pemindahan pusat pemerintahan ke Majalengka, sehingga dinilai lebih ilmiah dan yuridis.

Peringatan Hari Jadi Kabupaten Majalengka ke-186 mengusung tema “Menapak Sejarah Bangun Kolaborasi dan Inovasi menuju Majalengka Langkung Sae.” Menurut Bupati, kemeriahan peringatan tidak diukur dari besarnya acara, melainkan dari tingginya keterlibatan masyarakat dalam setiap rangkaian kegiatan.

“Yang dimaksud meriah adalah hadirnya masyarakat, banyaknya masyarakat yang mengetahui, ikut serta, serta mendukung seluruh rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Majalengka,” ujar Bupati Eman.

Ia menambahkan, seluruh kegiatan akan dikemas secara sederhana tanpa mengurangi makna peringatan Hari Jadi. Menurutnya, kesederhanaan justru mencerminkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan kegiatan.

IMG 20260123 WA0060
Logo Hari Jadi Kabupaten Majalengka ke-186

Bupati Eman juga menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Kabupaten Majalengka tetap berlandaskan fakta sejarah yang telah melalui kajian akademis dan empiris. Berdasarkan catatan sejarah, Kabupaten Majalengka berdiri pada tahun 1840 dengan Bupati pertama RAA Kertadiningrat.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Pemerintah Kabupaten Majalengka akan melaksanakan doa bersama dan ziarah ke makam Bupati pertama di kompleks Makam Girilawungan pada 10 Februari 2026. Sebelumnya, jajaran pemerintah daerah juga akan berziarah ke makam Pangeran Muhammad dan Mbah Badori.

“Kami mengajak seluruh jajaran dan masyarakat untuk hadir dan bersama-sama mendoakan para pendahulu yang telah berjasa membangun Kabupaten Majalengka,” kata Bupati.

Rapat persiapan tersebut dihadiri Wakil Bupati Majalengka, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para staf ahli, seluruh kepala OPD, serta para camat se-Kabupaten Majalengka.

Melalui peringatan Hari Jadi Kabupaten Majalengka ke-186, Bupati berharap semangat kebersamaan, penghormatan terhadap sejarah, dan kecintaan masyarakat terhadap daerah dapat terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi mendatang. lintong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *