BANJAR, HR — DPRD Kota Banjar menggelar rapat paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-23 kota tersebut, Sabtu (21/2/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Singa Perbangsa dan menjadi momentum refleksi perjalanan pembangunan sejak Banjar ditetapkan sebagai daerah otonom pada 21 Februari 2003.
Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Banjar, Ating, serta dihadiri unsur pimpinan dan anggota DPRD. Hadir pula Dedi Mulyadi, Wali Kota Sudarsono, Wakil Wali Kota Supriana, Forkopimda, serta tamu undangan dari daerah sekitar.
Semangat Banjar Masagi
Pada peringatan tahun ini, tema yang diusung ialah “Banjar Masagi Tumbuh Istimewa”. Tema tersebut menegaskan komitmen bersama untuk membangun Banjar yang maju, adil, sejahtera, agamis, dan inovatif.

DPRD memaknai konsep Masagi sebagai tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Sementara Tumbuh Istimewa menggambarkan pertumbuhan berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan yang selaras dengan visi pembangunan Provinsi Jawa Barat.
Capaian Pembangunan
Dalam sambutannya, Wali Kota Banjar memaparkan berbagai capaian daerah, termasuk raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI sebanyak 16 kali berturut-turut. Kota Banjar juga memperoleh penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award tahun 2026.
DPRD turut mengapresiasi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia yang mencapai 75,54 poin pada 2025 serta penurunan angka pengangguran dan kemiskinan.
Komitmen Sinergi
Menutup rapat, DPRD menegaskan komitmennya memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong Banjar menjadi daerah strategis sebagai gerbang penghubung antarprovinsi sekaligus tetap menjaga nilai budaya lokal.
Pimpinan rapat menegaskan momentum hari jadi harus menjadi pengingat untuk terus bekerja nyata demi kemajuan Kota Banjar. banjar






