PANGKALPINANG, HR — DPRD Kota Pangkalpinang menyatakan komitmen penuh mengawal program Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam menekan angka stunting. Kota Pangkalpinang menargetkan nol kasus stunting (zero stunting) pada 2026.
Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Abang Hertza, menegaskan bahwa langkah strategis yang dijalankan Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang membutuhkan dukungan lintas sektor agar setiap intervensi tepat sasaran.
“Kami mendukung penuh kebijakan Pemkot untuk mencapai zero stunting. Fokusnya meliputi sosialisasi masif, akses puskesmas yang terbuka luas, serta respons cepat terhadap laporan warga,” ujar Abang Hertza, Kamis (29/1/2026).
Pada 2026, Dinas Kesehatan menggencarkan program ABCDE sebagai pilar utama pencegahan stunting, yakni:
A: Aktif minum tablet tambah darah.
B: Bumil rutin memeriksakan kehamilan.
C: Cukupi konsumsi protein hewani.
D: Datang ke Posyandu setiap bulan.
E: Eksklusif pemberian ASI selama enam bulan.
Abang Hertza menilai karakteristik Pangkalpinang sebagai daerah perkotaan menjadi keunggulan tersendiri. Akses layanan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat mempercepat deteksi dan penanganan kasus di lapangan.
Ia optimistis ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai, dukungan masyarakat, serta pengawasan legislatif akan memperkuat implementasi program ABCDE dan mendorong tercapainya zero stunting pada 2026. agus priadi






