Disnaker ESDM Bali Siaga Pantau PMI di Timur Tengah

IMG 20260305 WA0048

DENPASAR, HR — Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disnaker ESDM) Bali terus memantau keberadaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali yang bekerja di sejumlah negara Timur Tengah.

Kepala Disnaker ESDM Bali, Ida Bagus Setiawan, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan PMI Bali yang terdampak konflik di kawasan tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kami terus menelusuri informasi. Sampai sekarang belum ada laporan PMI Bali yang terdampak, tetapi kami tetap siaga mengikuti dinamika yang terjadi,” ujarnya.

Langkah pemantauan ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya ketegangan konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berpotensi mempengaruhi stabilitas negara-negara di Timur Tengah. Pemerintah Provinsi Bali juga mulai menginventarisasi data warga Bali yang bekerja di kawasan tersebut.

Berdasarkan data tahun 2025, terdapat 2.490 warga Bali yang bekerja di berbagai negara Timur Tengah. Setiawan menjelaskan bahwa tidak ada PMI asal Bali yang bekerja di Iran.

Para PMI tersebut tersebar di 10 negara, yaitu Turki, Kuwait, Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, Yordania, Oman, Qatar, Bahrain, Libanon, dan Mesir.

Dari seluruh negara tersebut, jumlah PMI asal Bali paling banyak berada di Turki. Mayoritas bekerja di sektor terapis spa dan hospitality. Bahkan pada tahun ini cukup banyak calon PMI yang masih berada dalam daftar tunggu untuk berangkat ke negara tersebut.

Meski belum ada laporan dampak konflik, pemerintah daerah tetap meningkatkan kewaspadaan apabila situasi keamanan di kawasan Timur Tengah memburuk.

“Data menunjukkan belum ada PMI Bali di wilayah konflik Iran. Namun situasi ini sangat dinamis, sehingga pendataan terus kami perbarui,” jelas Setiawan.

Saat ini Disnaker ESDM Bali belum dapat berkomunikasi langsung dengan para PMI karena keterbatasan akses. Oleh karena itu, koordinasi dilakukan dengan dinas ketenagakerjaan kabupaten/kota serta pemerintah pusat.

Selain itu, pemerintah daerah terus memperbarui data untuk memastikan seluruh warga Bali yang bekerja di luar negeri tetap terpantau. Pendataan juga mencakup pekerja kapal pesiar, karena jumlah warga Bali yang bekerja di luar negeri diperkirakan mencapai lebih dari 25 ribu orang.

Jika muncul aduan atau permintaan pemulangan dari PMI, Pemerintah Provinsi Bali memastikan siap memberikan bantuan.

“Potensi pemulangan tetap kami antisipasi. Jika ada permintaan, kami akan hadir dan memastikan negara hadir membantu PMI Bali,” tutupnya. dyra

[rss_custom_reader]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *