Bupati Gowa Instruksikan TPID Kendalikan Inflasi Jelang Ramadan 1447 H

GOWA, HR — Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menginstruksikan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Gowa untuk memperkuat pengendalian inflasi menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Instruksi tersebut disampaikan saat membuka High Level Meeting (HLM) TPID Kabupaten Gowa di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Rabu (11/2/2026).

Bupati Husniah menegaskan bahwa pengendalian inflasi menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama ibu rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

“Inflasi bagi pemerintah mungkin hanya angka, tetapi bagi masyarakat ini soal kemampuan menyajikan makanan layak untuk sahur dan berbuka. Pemerintah harus hadir memastikan harga tetap terkendali,” tegasnya.

Berdasarkan data November 2025, inflasi Kabupaten Gowa yang mengacu pada inflasi Kota Makassar tercatat sebesar 2,69 persen (year to date), lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 2,84 persen. Meski demikian, Bupati mengingatkan seluruh jajaran agar tidak lengah menghadapi lonjakan permintaan bahan pokok saat Ramadan dan Idul Fitri.

Untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan, Bupati Husniah menginstruksikan penerapan strategi 4K, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.IMG 20260211 WA0022

Ia menekankan sejumlah langkah konkret, seperti pelaksanaan operasi pasar dan pangan murah di wilayah rawan inflasi, pengawasan gudang dan distributor untuk mencegah penimbunan, antisipasi gangguan distribusi akibat cuaca ekstrem, serta integrasi data lintas OPD agar kebijakan lebih tepat sasaran.

“Saya ingin masyarakat Gowa menjalani Ramadan dengan hati damai. Damai karena harga terjangkau, pasokan tersedia, dan pemerintah hadir menjaga kebutuhan mereka,” ujarnya.

Bupati perempuan pertama di Gowa itu juga meminta TPID, OPD terkait, aparat keamanan, dan pelaku usaha memperkuat sinergi agar pengendalian inflasi benar-benar dirasakan masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, menjelaskan bahwa HLM ini bertujuan memetakan kondisi inflasi, ketersediaan stok, proyeksi produksi, harga, serta distribusi bahan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

“Melalui HLM ini, kita menyusun langkah antisipatif jika muncul potensi gangguan pasokan dan kenaikan harga komoditas penting,” jelasnya.

Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Pertamina Sulawesi, Perum BULOG Subdivre Makassar, Forkopimda Gowa, BPS Gowa, Kadin Gowa, pimpinan SKPD, camat, kepala pasar, serta distributor kebutuhan pokok se-Kabupaten Gowa. kartia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *