Bupati Gowa Ajak Lintas Sektor Cegah Kawin Anak untuk Tekan Stunting

GOWA, HR — Pemerintah Kabupaten Gowa terus memperkuat komitmen dalam menekan angka stunting dan mencegah kawin anak melalui kolaborasi lintas sektor.

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri kegiatan Halal Bihalal dan sosialisasi pencegahan kawin anak dan stunting di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Kamis (9/4/2026).

Ia menegaskan bahwa persoalan kawin anak dan stunting menjadi penentu masa depan daerah.

“Kawin anak dan stunting bukan sekadar angka, tetapi persoalan mendasar yang menentukan kekuatan generasi mendatang,” ujarnya.

Menurutnya, kawin anak berpotensi memutus pendidikan sekaligus meningkatkan risiko lahirnya generasi stunting. Kondisi ini membentuk lingkaran masalah yang harus segera dihentikan.

“Kawin anak menghentikan pendidikan dan membuka peluang lahirnya anak stunting. Ini harus kita putus sekarang,” tegasnya.

IMG 20260412 WA0014
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang bersama masyarakat

Bupati Gowa juga menyoroti masih adanya praktik pernikahan di bawah umur di sejumlah wilayah, bahkan hingga menyebabkan kehamilan. Ia meminta Kantor Urusan Agama (KUA) lebih aktif memberikan edukasi, terutama di daerah terpencil.

“Kami mendorong KUA turun langsung ke masyarakat untuk mensosialisasikan dampak pernikahan dini, karena berisiko melahirkan anak stunting,” katanya.

Ia menambahkan bahwa stunting berdampak besar terhadap kualitas sumber daya manusia, mulai dari kemampuan belajar hingga produktivitas di masa depan.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya Majelis Ta’lim, untuk menjadi penggerak perubahan sosial dalam pencegahan kawin anak dan stunting.

“Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Kita harus memastikan anak tumbuh sehat dan siap menghadapi masa depan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gowa juga memaparkan program prioritas daerah, antara lain Gowa Annangkasi (bersih), Gowa Caradde (cerdas) melalui Gerakan Gowa Mengaji, Gowa Masunggu (sejahtera), Gowa Salewangan (sehat), dan Gowa Masannang (aman).

Ketua panitia, Fatmawati, menekankan pentingnya perhatian pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai kunci menekan angka stunting.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Gowa, Jamaris, menyatakan pihaknya akan memperluas kolaborasi dengan organisasi perempuan hingga tingkat desa dan kelurahan.

Ia juga mengakui masih adanya tantangan budaya yang mendorong pernikahan usia dini, sehingga diperlukan pendekatan edukatif yang berkelanjutan.

Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa Andy Azis Peter, Ketua DWP Kabupaten Gowa Suryanti Andy Azis, pimpinan SKPD, serta sekitar 700 peserta dari berbagai organisasi perempuan dan masyarakat. kartia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *