Bupati Egi Paparkan Strategi Desa Wisata Berkelanjutan di Rakernas APUDSI

IMG 20260214 WA0029
Bupati Radityo Egi Pratama paparkan strategi desa wisata berkelanjutan Lampung Selatan

LAMSEL, HR — Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, tampil sebagai narasumber dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) di Hotel Borobudur Jakarta, Sabtu (14/2/2026).

Forum nasional yang dihadiri pelaku usaha desa dari seluruh Indonesia itu menjadi ajang strategis bagi Lampung Selatan untuk mempromosikan konsep pembangunan desa wisata berkelanjutan sekaligus membuka peluang investasi daerah.

Bacaan Lainnya

Dalam paparannya bertema “Percepatan Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Potensi Desa untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat,” Bupati Egi menegaskan bahwa setiap desa memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda. Karena itu, pemerintah daerah harus menyusun kebijakan berbasis potensi lokal.

“Semua desa di Indonesia punya keunggulan masing-masing. Kita harus melihat potensi lokalnya, lalu mendorongnya menjadi kekuatan ekonomi,” ujar Egi di hadapan peserta Rakernas APUDSI.

IMG 20260214 WA0030
Rakernas APUDSI

Ia memaparkan, Lampung Selatan mencatat sekitar 1,6 juta kunjungan wisatawan sepanjang 2025. Namun, kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) masih sekitar 1,2 persen karena rata-rata lama tinggal wisatawan hanya tiga jam.

Menurut Egi, kondisi tersebut membuka peluang investasi besar di sektor hotel, restoran, kafe, hingga homestay. Pemerintah daerah juga terus membenahi aksesibilitas dan infrastruktur untuk memperkuat konektivitas kawasan ekonomi desa dan destinasi wisata.

“Tahun 2025 kami menyelesaikan pembangunan jalan hampir 270,9 kilometer untuk mendukung konektivitas ekonomi desa dan pariwisata,” jelasnya.

Bupati Egi juga memperkenalkan konsep agroeduwisata yang tengah dikembangkan di Desa Trimomukti, Kecamatan Candipuro. Konsep ini mengintegrasikan sektor pertanian dengan pariwisata guna meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga ketahanan pangan.

“Kami ingin produksi pertanian tetap berjalan, tetapi memiliki nilai tambah melalui sektor pariwisata. Model ini kami dorong di beberapa desa,” tambahnya.

Rakernas APUDSI berlangsung pada 13–14 Februari 2026 dan dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-1 organisasi tersebut. Mengusung tema “Resilient Village: Ketahanan Dimulai dari Desa,” kegiatan ini mempertemukan pemerintah daerah dan pelaku usaha desa untuk memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal.

Melalui forum APUDSI ini, Bupati Egi berharap sinergi pemerintah dan pelaku usaha desa semakin kuat sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya di Lampung Selatan. santi

[rss_custom_reader]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *